otakatikawas!

otakatikawas!
Showing posts with label Shafira Andriani. Show all posts
Showing posts with label Shafira Andriani. Show all posts

Tugas-2; Saya dan Saksi Peristiwa Mei 1998

|

Kesulitan Mendapatkan Tokoh dan Proses Penghimpunan Informasi

Pada pertengahan bulan Februari 2011, kami seluruh siswa kelas XI program IPA SMA Labschool Kebayoran diberikan 4 tugas untuk memenuhi nilai tugas sejarah semester 2 oleh guru sejarah kami. Dari keempat tugas tersebut, salah satunya kami diminta untuk membuat biografi tokoh sejarah, baik pelaku maupun saksi peristiwa, yang memiliki peran pada tingkat internasional dan/atau internasional yang merupakan tugas ketiga. Saya kemudian berpikir kira-kira siapa tokoh yang dapat saya wawancarai karena hampir semua orang-orang di sekitar saya yang saya ketahui tidak memiliki peran pada peristiwa-peristiwa nasional maupun internasional. Sambil berpikir dan mencari-cari kira-kira siapa tokoh yang akan saya wawancarai, ternyata tanpa saya sadari deadline untuk tugas ini sudah lewat dan hanya sedikit dari kelas saya yang sudah mengerjakan tugas ketiga ini. Lalu kemudian guru kami tetap memberikan kesempatan untuk mengerjakan tugas biografi ini. Sambil mencari-cari lalu saya teringat bahwa paman saya pernah menjadi saksi Peristiwa Mei 1998. Saya lalu menghubungi paman saya untuk melakukan wawancara, namun kami baru dapat bertemu beberapa hari yang lalu karena padatnya jadwal paman saya yang cukup aktif dalam berbagai bidang organisasi. 

Biografi Saksi Peristiwa Mei 1998

Lahir di Kebumen, 30 Desember 1968 dari pasangan Hadisumarjo dan Mulyati, Sigit Sugito merupakan anak ke-8 dari 9 bersaudara. Ia biasa dipanggil dengan Sigit. Sigit kecil menghabiskan masa SD dengan bersekolah di SD Negeri 2 Semondo Gombong Kebumen. Tidak ada yang berbeda dari Sigit dengan anak-anak seumurannya ketika ia masih kecil waktu itu. Ia suka bermain, terutama melakukan olahraga seperti berenang dan berlari, ia juga suka membuat mobil-mobilan dari bamboo. Ketertarikan pada organisasi rupanya sudah terlihat sejak ia berada di bangku Sekolah Dasar. Ketika itu ia tergabung dalam organisasi Pramuka dan cukup aktif. Setelah tamat pendidikan SD, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Gombong. Saat menginjak bangku kelas 2 SMP, ia pindah ke Pontianak, Kalimantan Barat untuk ikut dengan kakaknya yang ketika itu bertugas di sana. Kemudian saat kelas 3, ia kembali ke Kebumen dan bersekolah di tempat yang sama seperti sebelumnya. Tamat SMP, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri Gombong yang saat itu merupakan satu-satunya SMA di Kecamatan Gombong. Saat SMA, ia semakin aktif berpartisipasi dalam berbagai organisasi. Sigit tergabung dalam organisasi Majelis Perwakilan Kelas atau disingkat MPK di sekolahnya. Selain itu, ia juga tetap aktif dalam kegiatan pramuka, klub bola voli, dan menjadi wakil ketua karang taruna. Setelah tamat dari bangku SMA, ia merantau ke Jakarta untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang ahli mesin. Akademi Teknik Mesin UPN Veteran adalah jurusan yang ia pilih. Ia juga aktif dalam organisasi Rohani Islam Akademi Teknik Mesin UPN Veteran Sambil melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, ia bekerja di Aeromofel Indonesia untuk membantu meringankan beban orang tua. Aeromofel Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang kendaraan cepat massal. Ketika itu, proyeknya baru berada di Taman Mini Indonesia Indah. Ketika kuliah di UPN Veteran inilah ia bertemu dengan bibi saya yang juga kuliah di UPH Veteran Jurusan Ekonomi. Mereka kemudian menikah tahun 1996. Setelah bekerja selama 11 tahun di Aeromofel Indonesia, ia kemudian memutuskan untuk berhenti dengan alasan ingin mengembangkan diri. Sigit kemudian menjadi wirausahawan dengan membuat usaha educational toys. Sibuk dengan usahanya, ia tetap aktif dalam berbagai organisasi di sekitarnya. Ia merupakan salah satu pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Pemuda Madani Jakarta Selatan, yaitu sebuah LSM yang bergerak dalam melakukan pembinaan rohani Islam di sekolah-sekolah. Selain itu, ia juga tergabung dalam Yayasan Pandu Karya Utama, Forum Ukuwah Pemuda dan Remaja Islam, serta aktif menjadi anggota Partai Keadilan Sejahtera. Pada Peristiwa Mei 1998, ia ikut turun ke jalan dengan KAMI ( Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam).

Peristiwa Mei 1998

Berawal dari krisis finansial asia, yaitu krisis finansial yang dimulai pada Juli 1997 di Thailand, dan memengaruhi mata uang, bursa saham dan harga aset lainnya di beberapa negara Asia atau yang lebih dikenal dengan “krisis moneter” di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara yang mendapatkan dampak paling parah dari krisis finansial asia. Pada Juni 1997, Indonesia terlihat jauh dari krisis. Tidak seperti Thailand, Indonesia memiliki inflasi yang rendah, perdagangan surplus lebih dari 900 juta dolar, persediaan mata uang luar yang besar, lebih dari 20 miliar dolar, dan sektor bank yang baik.


Tapi banyak perusahaan Indonesia yang meminjam dolar AS. Di tahun berikut, ketika rupiah menguat terhadap dolar, praktisi ini telah bekerja baik untuk perusahaan tersebut -- level efektifitas hutang mereka dan biaya finansial telah berkurang pada saat harga mata uang lokal meningkat. Pada Juli, Thailand megambangkan baht, Otoritas Moneter Indonesia melebarkan jalur perdagangan dari 8 persen ke 12 persen. Rupiah mulai terserang kuat di Agustus. Pada 14 Agustus 1997, pertukaran floating teratur ditukar dengan pertukaran floating-bebas. Rupiah jatuh lebih dalam. IMF datang dengan paket bantuan 23 miliar dolar, tapi rupiah jatuh lebih dalam lagi karena ketakutan dari hutang perusahaan, penjualan rupiah, permintaan dolar yang kuat. Rupiah dan Bursa Saham Jakarta menyentuh titik terendah pada bulan Septemer. Moody's menurunkan hutang jangka panjang Indonesia menjadi "junk bond". Inflasi rupiah dan peningkatan harga bahan pokok membuat keadaan ekonomi Indonesia menjadi tidak stabil.

Keadaan ini menyebabkan terjadi kerusuhan. Penjarahan secara besar-besaran terjadi di mana-mana. Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Karena ketika itu Tionghoa dianggap sebagai komunis. Terdapat ratusan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dan mengalami pelecehan seksual dalam kerusuhan tersebut. Sebagian bahkan diperkosa beramai-ramai, dianiaya secara sadis, kemudian dibunuh. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan "Milik pribumi" atau "Pro-reformasi"

Kerusuhan ini merupakan amarah dari masyarakat yang dipendam. Masyarakat sudah tidak sanggup terus berada di bawah baying-bayang pemerintahan orde baru yang otoriter. Setiap mengeluarkan pendapat yang berseberangan dengan pemerintah, selalu dikaitkan dengan kegiatan makar. Hal ini menyebabkan masyarakat merasa takut dan tidak berani untuk mengeluarkan pendapat.

Mahasiswa sebagai kalangan terpelajar melalui bergerak. Melalui BEM, mereka mengadakan diskusi terbuka yang disebut dengan “Panggung Rakyat”. Di Panggung Rakyat ini lah para mahasiswa menggalang aspirasi masyarakat. Semua bebas berbicara. Kerusuhan yang sudah mencapai klimaks membuat para mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasinya. Saat itu, para mahasiswa terbagi menjadi 2; Kanan dan Kiri. Kiri merupakan gabungan gerakan mahasiswa dengan ideology sosialis yang dimotori oleh FORKOT yang dipimpin oleh Budiman Sujatmiko. Kanan merupakan gabungan gerakan mahasiswa dengan ideology islamis yang dimotori oleh KAMI yang dipimpin oleh Fitra Asril. Ketika itu, paman saya ikut turun bersama KAMI. KAMI merupakan gerakan mahasiswa yang berasal dari rohis-rohis kampus di seluruh Indonesia. Saat itu, gerakan mahasiswa yang bekerja sama dengan Amien Rais memaksa Soeharto untuk turun. Berdasarkan cerita yang dituturkan oleh paman saya, saat itu sehari sebelum turunnya Soeharto, yaitu tanggal 20 Mei 1998 seluruh mahasiswa turun ke jalan dan bergerak ke Istana untuk mengutarakan aspirasinya. Tetapi digagalkan karena suasana chaos terjadi antara gerakan mahasiswa. Suasana ini sudah disetting oleh pemerintah orde baru. Suasana chaos ini terjadi akibat dari provokasi yang dilakukan oleh intelejen sehingga terjadi keributan antara sesama mahasiswa. Disaat yang sama pula akses ke istana sudah diblokir oleh militer. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh pemerintah orde baru untuk mengecap gerakan mahasiswa sebagai dalang peristiwa kerusuhan dan gerakan Partai Komunis Indonesia. 









[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

Tugas-3; Saya dan Museum Satria Mandala

|

Pada hari Minggu yang lalu, tepatnya pada tanggal 22 Mei 2011, saya melakukan kunjungan ke Museum Satria Mandala yang berada di Jalan Gatot Subroto nomor 14, Jakarta Selatan. Saya melakukan perjalanan ke Museum Satria Mandala dengan menggunakan bus Transjakarta. Saya naik bus Transjakarta melalui halte Pondok Indah Mall. Bus yang saya naiki merupakan bus koridor 8 yang beroperasi dari Lebak Bulus dan berakhir di Grogol. Untuk sampai ke Museum Mandala, saya harus transit terlebih dahulu di halte Grogol kemudian berganti bus dengan bus koridor 9. Saya memulai perjalanan pada pukul 12.00 dan kurang lebih sampai di Museum Satria Mandala pada pukul 13.00. Awalnya, saya sempat ragu ketika memasuki gerbang museum karena saat itu museum terlihat sangat sepi sekali sehingga saya khawatir jika ternyata museum tutup. Tapi kemudian saya melihat papan yang menyatakan bahwa museum buka dari hari Selasa sampai Minggu dan tutup pada hari Senin. Museum ini buka pada pukul 09.00 sampai dengan 15.00. Cukup dengan membayar uang sebesar Rp. 3.000,00 saya dapat melihat berbagai macam koleksi yang ada.
Museum Satria Mandala adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia. Museum yang diresmikan pada tahun 1972 oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto ini awalnya adalah rumah dari salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu istrinya yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno. Dalam museum ini dapat ditemui berbagai koleksi peralatan perang di Indonesia, dari masa lampau sampai modern seperti koleksi ranjau, rudal, torpedo, tank, meriam bahkan helikopter dan pesawat terbang (satu diantaranya adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh Marsekal Udara Agustinus Adi Sucipto).
Selain itu museum ini juga menyimpan berbagai berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI seperti aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentaraan, panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI. Selain itu di museum ini dipamerkan juga tandu yang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soedirman saat beliau bergerilya dalam keadaan sakit melawan pendudukan kembali Belanda pada era 1940-an. Masih dalam kompleks Museum TNI Satriamandala ini terdapat juga Museum Waspada Purbawisesa yang menampilkan diorama ketika TNI bersama-sama dengan rakyat menumpas gerombolan separatis DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada era tahun 1960-an.


Sumpah Prajurit

Teks Proklamasi
Diorama


Terdapat berbagai diorama di Museum Satria Mandala. Salah satunya diorama Ekspedisi ke Maluku yang saya ambil gambarnya.

Kaca Jendela Gedung Bank Internatio

Kaca ini merupakan saksi mati Peristiwa Pertempuran Surabaya. Dari foto tersebut dapat kita lihat dengan jelas retak yang terdapat pada kaca tersebut dan bercak darah yang masih menempel pada kaca tersebut. Kaca ini merupakan sumbangan dari Sofyan Lubis, inspektur umum pada inspektorat Pertamina dan diabadikan di Museum Satria Mandala sejak 28 November 1987.



Tandu Jenderal Sudirman



Tandu ini merupakan tandu yang digunakan oleh Jenderal Sudirman ketika memimpin perang Gerilya melawan Belanda pada masa kemerdekaan. Ketiku itu, Jenderal Sudirman sedang sakit. Jenderal Soedirman memimpin gerilya selama delapan bulan antara tahun 1948-1949, dengan menempuh jarak sekitar 1000 km di Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Mobil Sedan DD-I

Mobil bermerk Dodge Dart keluaran tahun 1962 pernah dipergunakan oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin kol M. Yusuf ketika berunding mengenai pemulihan keamanan di Sulawesi Selatan dengan Andi Selle Mattola di Pinrang. Setelah perundingan dalam perjalanan pulang, mobil ini ditembaki oleh para penghianat, bekas tembakan terlihat di pintu kanan dan kiri


Dakota RI-001 Seulawah

Dakota RI-001 Seulawah adalah pesawat angkut pertama milik Republik Indonesia yang dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh. Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini adalah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways. Pesawat ini sangat besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia.
Pesawat Dakota DC-3 Seulawah ini memiliki panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28.96 meter, ditenagai dua mesin Pratt & Whitney berbobot 8.030 kg serta mampu terbang dengan kecepatan maksimum 346 km/jam. 
Kehadiran Dakota RI-001 Seulawah mendorong dibukanya jalur penerbangan Jawa-Sumatra, bahkan hingga ke luar negeri. Pada bulan November 1948, Wakil Presiden Mohammad Hatta mengadakan perjalanan keliling Sumatra dengan rute Maguwo-Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Maguwo. Pada awal Desember 1948 pesawat Dakota RI-001 Seulawah bertolak dari Lanud Maguwo-Kutaraja dan pada tanggal 6 Desember 1948 bertolak menuju Kalkuta, India. Pesawat diawaki Kapten Pilot J. Maupin, Kopilot OU III Sutardjo Sigit, juru radio Adisumarmo, dan juru mesin Caesselberry. Perjalanan ke Kalkuta adalah untuk melakukan perawatan berkala. Ketika terjadi Agresi Militer Belanda II, Dakota RI-001 Seulawah tidak bisa kembali ke tanah air. Atas prakarsa Wiweko Supono, dengan modal Dakota RI-001 Seulawah itulah, maka didirikanlah perusahaan penerbangan niaga pertama, Indonesian Airways, dengan kantor di Birma (kini Myanmar).
Panser Rel
Panser ini merupakan asli buatan Indonesia yang diproduksi oleh bengkel induk angkatan darat Bandung. Panser ini memiliki panjang 5,2 m; lebar 2,4 m; tinggi 2,85 m dan beratnya mencapai 7 ton. Panser ini dilengkapi dengan satu pucuk Senapan Mesin Ringan (SMR) yang dikendalikan oleh satu awak.
Panser ini digunakan untuk mengawal perjalanan kereta api Bandung-Banjar PP dari gangguan gerombolan DI/TII pada tahun 1955 - 1962.

Pesawat B-25 J Mitchel
Pesawat pembom tempur hasil produksi Douglas Aircraft Coorporation ini disumbangkan oleh TNI AU pada tahun 1966. Pada tahun 1966 pula pesawat ini melakukan jasanya yang terakhir dalam menghadapi Operasi Dwikora. Setahun sebelumnya pesawat ini juga ikut membantu dalam menghadapi Operasi Dwikora.
1965, pesawat ini pernah digunakan dalam penumpasan pemberontak DI/TII di Jawa Barat, Aceh, dan Sulawesi Selatan. pada tahun yang sama, pesawat ini mengikuti operasi penumpasan PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi Selatan.
Jeep Willys


Jeep Willys merupakan sebuah Jeep di Museum Satria Mandala yang pernah dipergunakan oleh Jenderal Soedirman dan kemudian diberikan kepada dokter pribadinya yang bernama Koesen Hirohoesodo sebagai penghargaan atas kesetiaan mendampinginya selama memimpin perang gerilya. Kendaraan ini disumbangkan oleh keluarga Dr. Koesen Hirohoesodo SpOG ke Museum Satria Mandala pada tanggal 5 Oktober 2006.
Kontingen Garuda Misi PBB
Di Museum Satria Mandala juga pula terdapat koleksi dokumentasi dari Kontingen Garuda Misi PBB.
Kontingen Garuda disingkat KONGA atau Pasukan Garuda adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Ketika Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Mesir segera mengadakan sidang menteri luar negeri negara-negara Liga Arab. Pada 18 November 1946, mereka menetapkan resolusi tentang pengakuan kemerdekaan RI sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan tersebut adalah suatu pengakuan de jure menurut hukum internasional.
Untuk menyampaikan pengakuan ini Sekretaris Jenderal Liga Arab ketika itu, Abdurrahman Azzam Pasya, mengutus Konsul Jendral Mesir di India, Mohammad Abdul Mun'im, untuk pergi ke Indonesia. Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh dengan rintangan terutama dari pihak Belanda maka akhirnya ia sampai ke Ibu Kota RI waktu itu yaitu Yogyakarta, dan diterima secara kenegaraan oleh Presiden Soekarno dan Bung Hatta pada 15 Maret 1947. Ini pengakuan pertama atas kemerdekaan RI oleh negara asing.
Hubungan yang baik tersebut berlanjut dengan dibukanya Perwakilan RI di Mesir dengan menunjuk HM Rasyidi sebagi Charge d'Affairs atau "Kuasa Usaha". Perwakilan tersebut merangkap sebagai misi diplomatik tetap untuk seluruh negara-negara Liga Arab. Hubungan yang akrab ini memberi arti pada perjuangan Indonesia sewaktu terjadi perdebatan di forum Majelis Umum PBB dan Dewan Keamanan PBB yang membicarakan sengketa Indonesia-Belanda, para diplomat Arab dengan gigih mendukung Indonesia.
Presiden Sukarno membalas pembelaan negara-negara Arab di forum internasional dengan mengunjungi Mesir dan Arab Saudi pada Mei 1956 dan Irak pada April 1960. Pada 1956, ketika Majelis Umum PBB memutuskan untuk menarik mundur pasukan Inggris, Prancis dan Israel dari wilayah Mesir, Indonesia mendukung keputusan itu dan untuk pertama kalinya mengirim Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB ke Mesir yang dinamakan dengan Kontingen Garuda I atau KONGA I.
Replika Jas Jenderal Sudirman
Miniatur Tank

Replika Pakaian Dinas Jenderal Soeharto

[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

Tugas-4; Saya dan Negara Produsen Minyak Ketiga Terbesar di Asia Tenggara, Vietnam

|

Bendera Vietnam
Vietnam (Bahasa Vietnam: Việt Nam), bernama resmi Republik Sosialis Vietnam (Cộng Hòa Xã Hội Chủ Nghĩa Việt Nam) adalah negara paling timur di Semenanjung Indochina di Asia Tenggara. Vietnam berbatasan dengan Republik Rakyat Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya dan di sebelah timur terbentang Laut China Selatan. Dengan populasi sekitar 84 juta jiwa, Vietnam adalah negara terpadat nomor 13 di dunia. Sensus tahun 1999 memperkirakan populasi Vietnam sekitar 76.3 juta dan perkiraan terkini memperkirakan melebihi 86 juta. Orang-orang Vietnam membentuk kelompok etnis terbesar, dan juga disebut Viet atau Kinh.

Ibukota Vietnam adalah Hanoi (dahulu berfungsi sebagai ibukota Vietnam Utara), sedangkan kota terbesar dan terpadat adalah Ho Chi Minh City (dahulu dikenal sebagai Saigon). propinsi (dalam Bahasa Vietnam di sebut tỉnh) dan 5 kotamadya yang di kontrol langsung oleh pemerintah pusat dan memiliki level yang sama dengan propinsi (thành phố trực thuộc trung ương). Ke-59 propinsi-propinsi tersebut kemudian dibagi-bagi menjadi kotamadya propinsi (thành phố trực thuộc tỉnh, daerah perkotaan (thị xã) dan pedesaan (huyện), dan kemudian dibagi lagi menjadi kota (thị trấn) atau komune (xã). Sedangkan, 5 kota madya yang dikontrol oleh pemerintah pusat di bagi menjadi distrik (quận) dan kabupaten, dan kemudian, dibagi lagi menjadi kelurahan (phường). pemerintah Vietnam mengelompokkan berbagai propinsi menjadi delapan wilayah regional: Barat Laut, Timur Laut, Delta Sungai Merah, Pantai Tengah Utara, Pantai Tengah Selatan, Dataran Tinggi Tengah, Tenggara dan Delta Sungai Mekong.


Lambang Vietnam

Sejarah
Vietnam mencatat dalam kenangan perjalanan sejarahnya dominasi 1000 tahun oleh “Kerajaan Utara” untuk merujuk penguasaan Vietnam oleh Kekaisaran Cina dari Dinasti Han di utara yang bermula dari sekitar 200an tahun sebelum Masehi hingga tahun 939 Masehi. Dalam kurun waktu tersebut, Vietnam telah diduduki sebanyak tidak kurang dari empat kali, dan sebanyak itu pula bangsa Vietnam berhasil mengalahkan serbuan penjajah dari utara.
Sejarah Vietnam dapat ditinjau kembali ke abad ke-3 SM. Mayoritas catatan tertulis mengenai sejarah Vietnam dapat ditemukan dalam catatan-catatan sejarah Tiongkok.

Masa Pra Dinasti
Vietnam, sejak abad 11 SM sampai abad 10 Masehi mayoritas berada di bawah kekuasaan kekaisaran Cina. Tahun 939 M, Vietnam merdeka secara politis, dan mulai menggunakan Champa sebagai nama negara.

Pada tahun 214 SM, beberapa tahun setelah Kaisar Qin Shihuang mempersatukan Tiongkok, ia mengirim bala tentara ke selatan Tiongkok untuk menaklukkan wilayah yang sekarang adalah Guangdong, Guangxi, Fujian dan utara Vietnam. Penaklukkan itu disertai dengan penaklukkan suku kuno Bai Yue. Setelahnya, Dinasti Qin mendukung migrasi suku Han secara besar-besaran ke selatan dan membentuk 3 provinsi di selatan.

Selang puluhan tahun kemudian, tahun 203 SM, Dinasti Qin terpuruk ke dalam kekacauan. Pada saat ini, pemimpin militer Qin di Nanhai (sekarang Vietnam utara), Zhao Tuo mengambil kesempatan ini untuk membentuk negara sendiri, Nan Yue, dengan Raja Wu. Ibukota negara Nan Yue berada di daerah Guangzhou sekarang. Namun, Nan Yue kemudian ditaklukkan oleh Kaisar Han Wudi dari Dinasti Han pada tahun 111 SM. Untuk lebih 10 abad selanjutnya, Vietnam utara secara langsung dikuasai oleh Dinasti Han, Dong Wu, Dinasti Jin, Dinasti Selatan, Dinasti Sui dan Dinasti Tang).

Masa Dinasti
Pada masa ini pengaruh budaya Cina sudah merasuk pada kehidupan sosial budaya bangsa Vietnam, seperti nilai-nilai ajaran Konghucu, Taoisme. Bersamaan dengan itu juga berkembang kepercayaan Tam Giao (Tiga Agama), yaitu perpaduan dari Taoisme, kepercayaan masyarakat Cina dan animisme Vietnam.

Hengkangnya dominasi Kerajaan Utara mendorong munculnya Kerajaan-Kerajaan lokal seperti Dai Viet di utara dan Champa di selatan.

Kerajaan Champa mulai terbentuk tahun 192 dan berakhir sekitar tahun 1700an seiring mulai masuknya desakan dari kekuatan-kekuatan luar. Di masa lalu, kerajaan tersebut telah menjalin hubungan erat dengan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit di Nusantara.

Di masa Kerajaan Champa, pengaruh budaya India deras masuk ke Vietnam. Pengaruh agama Budha dan Hindu serta kultur India mendominasi kehidupan masyarakat, yang terlihat pada bangunan-bangunan arsitektural dan kehidupan ritual masyarakatnya. Pengaruh budaya India ke Vietnam ini sebagian juga dibawa melalui Nusantara.

Periode Champa ini juga dikenal sebagai masa keemasan. Awalnya kerajaan terbagi dalam empat nagari, yaitu Amaravati (Quang Nam), Vijaya (Binh Dinh), Kauthara (Nha Trang), dan Panduranga (Phan Rang). Keempat nagari itu memiliki kekuatan armada laut yang kuat dan sering digunakan untuk mendukung kegiatan perdagangan. Pada tahun 400an Masehi, keempat nagari tersebut disatukan dalam suatu pemerintahan terpusat di bawah kendali Raja Bhadravarman. Pada 939 CE, orang-orang Vietnam berhasil mengalahkan militer Tiongkok di Sungai Bach Dang dan mendapatkan kemerdekaan setelah 10 abad di bawah kontrol Tiongkok. Mereka mendapatkan otonomi secara lengkap satu abad kemudian.

Pada masa pemerintahan Dinasti Tran, Dai Viet mengalahkan tiga usaha invasi Mongol di bawah Dinasti Yuan. Tiga kali dengan pasukan yang sangat besar juga dengan persipan yang hati-hati untuk serangan mereka, tetapi tiga kali berturut-turut orang-orang Mongol dikalahkan sama sekali oleh Dai Viet. Secara kebetulan, pertempuran terakhir dimana jendral Vietnam Tran Hung Dao mengalahkan kebanyakan militer Mongol diadakan lagi di Sungai Bach Dang seperti nenek moyangnya kurang lebih 300 tahun yang lalu. Feudalisme di Vietnam mencapai titik puncaknya saat Dinasti Le pada abad ke 15, khususnya selama masa pemerintahan Kaisar Le Thanh Tong. Antara abad ke 11 dan 15, Vietnam memperluas wilayahnya ke arah Sealatan dalam proses yang disebut Nam Tien (Perluasan ke Selatan). Mereka akhirnya menaklukan kerajaan Champa dan banyak kekaisaran Khmer. Pada tahun 1527 Dinasti Le jatuh dan diganti oleh Dinasti Mac (1527 – 1592), akan tetapi, semenjak itu banyak perlawanan anti Dinasti Mac yang menjadikan Negara Vietnam terpecah belah dan terjadi perang saudara, yaitu Perang Le-Mac (1543 – 1592), Perang Trinh-Nguyen (1627 -1672), dimana kemudian negara dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: Dang Ngoai (utara) dengan Raja Trinh dan Dang Trong (selatan) dengan Raja Nguyen yang mendirikan ibukota di Phu Xuan (sekarang Hue). Gerakan Tay Son (Gerakan Petani di tahun 1771), berhasil menurunkan Raja Nguyen dan Raja Trinh serta mempersatukan negara yang terpecah selama lebih dari 200 tahun. Pada tahun 1802, Dinasti Tay Son dikalahkan oleh Dinasti Nguyen Anh (1802-1945) yang memberikan nama baru negara menjadi Dai Nam dengan ibukotanya Hue.


Masa Kolonialisme Prancis
Kemerdekaan Vietnam berakhir pada pertengahan abad 19 AD (Setelah Masehi), ketika Vietnam dikolonialisasikan oleh Kerajaan Perancis. Pada tahun 1858, Perancis menyerang Da Nang dan mulailah perang melawan Vietnam. Perancis menduduki wilayah Selatan lebih dari 20 tahun dan kemudian wilayah Utara pada tahun 1883 dengan serangannya ke ibukota Hue, dan memaksa Dinasti Nguyen menandatangani Perjanjian Damai 1883 – 1884 yang mengakui kekuasaan Perancis di seluruh wilayah Vietnam.

Sistem pendidikan modern gaya Barat dikembangkan dan agama Kristen diperkenalkan kepada masyarakat Vietnam. Pengembangan ekonomi perkebunan untuk mempromosikan ekspor tembakau, nila (indigo), teh dan kopi, Perancis mengabaikan permintaan akan pemerintahan sendiri (self-government) dan hak-hak sipil yang terus meningkat. Sebuah pergerakan politik nasionalis dengan cepat muncul, dan pemimpin muda Ho Chi Minh memimpin permintaan akan kemerdekaan kepada League of Nations (Liga Bangsa-Bangsa).

Tetapi, Perancis memelihara dominasi kontrol terhadap koloni-koloninya hingga Perang Dunia II, ketika perang Jepang di Pasifik memicu penyerbuan ke Indochina. Sumber daya alam Vietnam dieksploitasi untuk kepentingan kampanye militer Jepang ke Burma (sekarang bernama Myanmar), Semenanjung Malay dan India. Pada tahun terkahir perang, pemberontakan nasionalis berpasukan muncul di bawah Ho Chi Minh, melakukan kemerdekaan dan komunisme. Menyusul kekalahan Jepang, pasukan nasionalis melawan pasukan kolonial Perancis pada Perang Indochina Pertama yang dimulai pada tahun 1945 hingga 1954. Perancis mengalami kekalahan besar pada Pertempuran Dien Bien Phu dan dalam waktu singkat setelah itu ditarik dari Vietnam. Negara-negara yang berperang dalam Perang Vietnam membagi Vietnam pada 17th parallel menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan sesuai Perjanjian Geneva.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, Agustus 1945, Vietnam pada tanggal 2 September 1945 mendeklarasikan kemerdekaannya. Namun kemudian Perancis ingin kembali masuk ke Vietnam dengan alasan membantu pengaturan penyerahan tentara Jepang kepada Sekutu. Perang pertama mempertahankan kemerdekaan melawan Perancis berakhir dengan kemenangan gemilang tentara Vietnam di Medan Pertempuran Dien Bien Phu tahun 1954. Perang kedua mempertahankan kemerdekaan melawan Amerika Serikat yang berakhir melalui kampanye bersejarah Ho Chi Minh dengan kemenangan besar tentara Vietnam Utara pada musim gugur tahun 1975, dengan jatuhnya ibukota Vietnam Selatan, Saigon (sekarang bernama Ho Chi Minh City), tanggal 30 April 1975. Tanggal tersebut yang kemudian setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pembebasan (Liberation Day). Setelah bersatunya Vietnam Utara dan Selatan, pada tanggal 2 Juli 1976, Vietnam diproklamirkan menjadi Republik Sosialis Vietnam hingga sekarang.


Perang Vietnam
Geografi dan Iklim
Luas Vietnam kurang lebih 331.688 kilometer persegi (128.066 sq mi). Bagian Vietnam yang berbatasan dengan batas-batas internasionalnya seluas 4.693 km (2.883 mi). Topografinya terdiri atas bukit-bukit dan gunung-gunung berhutan lebat, dengan dataran rendah meliputi tidak lebih dari 20%. Pegunungan berkontribusi sebesar 40% dari total luas Vietnam, dengan bukit-bukit kecil berkontribusi sebesar 40% dan hutan tropis 42%. Bagian Utara kebanyakan terdiri atas pegunungan dan Delta Sungai Merah. Phan Xi Pang, berlokasi di propinsi Lao Cai, adalah gunung tertinggi di Vietnam setinggi 3.143 m (10.312 ft). Selatan dibagi menjadi datran rendah tepi pantai, puncak Annamite Chain, hutan-hutan luas dan tanah yang buruk. Terdiri dari 5 plato tanah basalt yang rata-rata rata, pegunungan berkontribusi sebesar 16% bagi tanah arable (= tanah yang cocok untuk pertanian seperti jagung dan gandum) Vietnam dan 22% dari total lahan berhutan Vietnam.

Vietnam memiliki iklim monsoon (hujan lebat) tropis, dengan kelembaban rata-rata 84% sepanjang tahun. Tetapi, karena perbedaan pada garis lintang dan keanekaragaman topografi, iklim cenderung sangat bervariasi dari satu tempat terhadap tempat yang lainnya. Pada saat musim dingin atau musim kering, umumnya terjadi dari November hingga April, angin monsoon biasanya bertiup dari Timur Laut sepanjang pantai RRT dan mengarah ke Teluk Tonkin, meningkatkan banyak kelembaban; dampaknya, musim dingin di sebagian besar Vietnam adalah kering. Suhu tahunan rata-rata umumnya lebih tinggi di dataran rendah daripada di pegunungan dan dataran tinggi.


Peta Negara

Pemerintahan dan Politik
Republik Sosialis Vietnam adalah sebuah negara partai tunggal. Sebuah konstitusi baru disahkan pada April 1992 menggantikan versi 1975. Peran utama terdahulu Partai Komunis disertakan kembali dalam semua organ-organ pemerintah, politik dan masyarakat. Hanya organisasi politik yang bekerjasama atau didukung oleh Partai Komunis diperbolehkan ikut dalam pemilihan umum. Ini meliputi Barisan Tanah Air Vietnam (Vietnamese Fatherland Front), partai serikat pedagang dan pekerja. Meskipun negara tetap secara resmi berjanji kepada sosialisme sebagai doktrinnya, makna ideologi tersebut telah berkurang secara besar sejak tahun 1990-an. Presiden Vietnam adalah kepala negara dan secara nominal adalah panglima tertinggi militer Vietnam, menduduki Dewan Nasional untuk Pertahanan dan Keamanan (Council National Defense and Security). Perdana Menteri Vietnam adalah kepala pemerintahan, mengepalai kabinet yang terdiri atas 3 deputi perdana menteri dan kepala 26 menteri-menteri dan perwira-perwira.
Majelis Nasional Vietnam (National Assembly of Vietnam) adalah badan pembuat undang-undang pemerintah yang memegang hak legislatif, terdiri atas 498 anggota. Majelis ini memiliki posisi yang lebih tinggi daripada lembaga eksekutif dan judikatif. Seluruh anggota kabinet berasal dari Majelis Nasional. Mahkamah Agung Rakyat (Supreme People's Court of Vietnam) memiliki kewenangan hukum tertinggi di Vietnam, juga bertanggung jawab kepada Majelis Nasional. Di bawah Mahkamah Agung Rakyat adalah Pengadilan Kotamadya Propinsi dan Pengadilan Daerah Vietnam. Pengadilan Militer Vietnam juga cabang adjudikatif yang kuat dengan kewenangan khusus dalam hal keamanan nasional. Semua organ-organ pemerintah Vietnam secara besar dikontrol oleh Partai Komunis. Mayoritas orang-orang yang ditunjuk pemerintah adalah anggota-anggota partai. Sekretaris Jendral Partai Komunis mungkin adalah salah satu pemimpin politik terpenting di Vietnam, mengontrol organisasi nasional partai dan perjanjian-perjanjian negara, juga mengatur undang-undang.
Tentara Rakyat Vietnam (TRV) adalah tentara nasional Vietnam, yang diorganisasikan mencontoh pada organisasi Tentara Pembebasan Rakyat. TRV lebih jauh lagi dibagi menjadi Angkatan Darat Rakyat Vietnam (termasuk Pasukan Pendukung Strategis dan Pasukan Pertahanan Perbatasan), Angkatan Laut Rakyat Vietnam, Angkatan Udara Rakyat Vietnam serta Penjaga Pantai. Dalam sejarahnya, TRV secara aktif dilibatkan dalam pembangunan Vietnam untuk mengembangkan ekonomi Vietnam. Ini dilakukan dalam upaya untuk mengkoordinasikan pertahanan nasional dan ekonomi. TRV diterjunkan di bidang seperti industri, pertanian, perhutanan, perikanan dan telekomunikasi. Saat ini, kekuatan TRV mendekati 500.000 tentara. Pemerintah juga mengontrol pasukan cadangan sipil dan kepolisian. Peran militer dalam sektor kehidupan rakyat pelan-pelan dikurangi sejak tahun 1980an.

Ekonomi
Vietnam adalah negara yang pertumbuhan ekonominya selalu tinggi dalam 10 tahun belakangan. Vietnam berhasil mencapai pertumbuhan GDP tahunan sebesar 8% dari tahun 1990 hingga 1997 dan berlanjut sekitar 7% dari tahun 2000 hingga 2005, membuat Vietnam sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia. Pada saat yang bersamaan, investasi asing tumbuh tiga kali lipat dan simpanan domestik tumbuh empat kali lipat. Manufaktur, teknologi informasi dan industri teknologi canggih membentuk bagian besar dan tumbuh dengan cepat daripada ekonomi nasional. Vietnam secara relatif adalah pemain baru dalam bisnis perminyakan, tetapi sekarang Vietnam adalah produser minyak terbesar ketiga di Asia Tenggara dengan nilai produksi 400.000 barel per hari. Vietnam sekarang adalah produsen kacang cashew terbesar dengan pangsa 1/3 dari kebutuhan dunia dan eksportir beras kedua terbesar di dunia setelah Thailand. Selain beras, kunci ekspor adalah kopi, teh, karet dan produk-produk perikanan.

Kebudayaan dan Pendidikan



Kebanyakan sejarah Vietnam, Buddha Mahayana, Taoisme dan Konfusianisme mempunyai pengaruh kuat terhadap kehidupan berbudaya dan beragama masyarakat Vietnam. Menurut sensus tahun 1999, 80.8% orang Vietnam tidak beragama. Kristen diperkenalkan Perancis dan juga oleh kehadiran militer Amerika meskipun tidak banyak pengaruhnya. Cukup banyak penganut Katolik Roma dan Protestan dikalangan komunitas Cao Dai dan Hoa Hao.

Menurut angka resmi, 86.2% populasi berbahasa Vietnam sebagai bahasa ibu. Pada sejarah awal, Orang Vietnam menulis dengan karakter Tionghoa. Pada abad ke 13, orang Vietnam mengembangkan karakter mereka sendiri yaitu Chu Nom. Bahasa Vietnam mempunyai suku kata tunggal dan aksen tersendiri seperti dalam bahasa Tionghoa, banyak dari kata-katanya memiliki keserupaan bunyi dengan bahasa Melayu. Bahasa Perancis, peninggalan masa kolonial, masih digunakan oleh orang-orang tua Vietnam sebagai bahasa kedua tetapi telah hilang kepopulerannya. Bahasa Rusia - bahkan yang kurang penting seperti Bahasa Ceko dan Polandia - sering dikenal di antara mereka yang keluarganya terikat dengan blok Soviet. Dalam beberapa tahun terakhir, bahasa Mandarin, Jepang, dan Inggris telah menjadi bahasa-bahasa asing paling populer, dengan bahasa Inggris menjadi sebagai pelajaran wajib di kebanyakan sekolah. Bahasa Indonesia juga diumumkan sebagai bahasa kedua secara resmi pada Desember 2007.

Pakaian tradisional wanita disebut Ao Dai dan dipakai dalam momen-momen spesial seperti pernikahan, Tahun Baru Imlek atau festival-festival. Ao Dai dahulu dipakai oleh wanita dan pria tetapi sekarang kebanyakan dipakai oleh wanita.
Masakan Vietnam menggunakan sedikit minyak dan banyak sayuran. Makanan utama sering terdiri atas beras, kecap asin dan kecap ikan. Karakter rasanya adalah manis (gula), pedas (serrano peppers), asam (jeruk nipis), umami (kecap ikan) dan berbagai rasa dari mint dan kemangi. 

Musik Vietnam sedikit berbeda berdasarkan tiga wilayah: Bac atau Utara, Trung atau Tengah dan Nam atau selatan. Musik klasik Utara adalah yang tertua di Vietnam dan secara tradisional lebih formal. Musik tradisional Vietnam dapat ditilas balik pada invasi Mongol, ketika orang-orang Vietnam menangkap sebuah grup opera Tiongkok. Musik klasik Tengah menunjukan pengaruh kebudayaan Champa dengan melodi melankolisnya. Musik Selatan memancarkan sikap laissez-faire (Bahasa Perancis= peraturan yang memperbolehkan kepemilikan swasta tanpa kontrol pemerintah / kebebasan).

Vietnam memiliki jaringan sekolah-sekolah dan univeristas-universitas negeri yang luas. Pendidikan umum di Vietnam diberikan dalam 5 kategori: TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Pelajaran-pelajaran sebagaian besar diajarkan dalam Bahasa Vietnam.

Logo Pariwisata Vietnam

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam
http://www.anneahira.com/sejarah-vietnam.htm
http://fauzihistory.blogspot.com/2009/04/sejarah-vietnam-kuno.html
http://imbalo.wordpress.com/2008/06/14/surat-dari-hanoi-vietnam-sejarah-vietnam/
http://www.naduaservice.com/2008/02/tentang-vietnam.html
http://rusdimathari.wordpress.com/2008/02/03/melihat-ekonomi-vietnam/

[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

 

Design modified by mugimunteng | Basic Design by Dzignine in Collaboration with Trucks, SUV, Kidney Stones