otakatikawas!

otakatikawas!
Showing posts with label Gendis Sekarnegari. Show all posts
Showing posts with label Gendis Sekarnegari. Show all posts

Museum Nasional; Alat Gali dan Mahkota Zaman Sejarah

|




Minggu lalu tanggal 21 Mei 2011 saya dan teman-teman mengunjungi Museum Nasional Republik Indonesia yang terletak di Jl. Merdeka Barat no. 12 --atau yang lebih dikenal Museum Gajah, karena terdapat patung gajah di halaman depannya yang merupakan hadiah dari raja Chulalongkorn dari Thailand. Terdapat gedung lama dan gedung baru, gedung lama masih sama seperti yang pernah saya kunjungi ketika SD dulu, artefak dan fosilnya masih sama. Gedungnya kuno tetapi bersih. Gedung baru terletak di sebelahnya dan masih sangat bagus, koleksinya pun merupakan temuan baru dan disusun dengan sangat rapi, mengundang pengunjung untuk masuk ke dalamnya. 



alat-alat gali di Museum Nasional
Foto di atas adalah foto saya bersama beberap temuan dari zaman sejarah berupa alat-alat gali. Beberapa alat gali tersebut disatukan dan dipajang dalam satu lemari sehingga pengunjung bisa menikmati mereka secara langsung. Sedikit info yang bisa saya dapat dari keterangan setiap alatnya dan kebanyakan sama. Penduduk di zaman sejarah menggunakan alat-alat gali tersebut untuk mencari sumber air atau menanam bahan-bahan makanan. Alat-alat gali ini digunakan oleh penduduk yang sudah menetap dan membangun peradaban bagi mereka sendiri. Ada yang berbentuk seperti batu saja --kecil dan besar-- dan seperti cangkul untuk menggali lebih dalam. 


mahkota raja jaman dahulu
Gambar di atas adalah saya dan sebuah mahkota dari kerajaan masa lampau. Bentuknya simpel tapi indah, berwarna perak dan emas dirangkai selang-seling. Ada beberapa bagian yang sudah sangat berkarat dan hampir patah. Tidak banyak penjelasan untuk penemuan yang satu ini, hanya dijelaskan bahwa mahkota ini dipakai oleh raja-raja sebuah kerajaan di jaman sejarah. Mungkin penemunya sendiri tidak mengetahui dengan jelas profil barang yang ia temukan. Tapi mahkota ini sangat indah dan sederhana, mungkin bukan milik kerajaan besar seperti Demak atau Majapahit. Cukup melambangkan sebuah peradaban yang tenteram dan makmur.

[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

Монгол Улс, the country of a ruler, unifier and conqueror.

|


 Mongolia adalah sebuah negara di Asia Timur, dengan Ulan Bator sebagai ibukotanya dan berbatasan dengan Rusia di sebelah utara dan RRC di selatan. Mongolia merupakan pusat Kekaisaran Mongol pada abad ke-13, tetapi dikuasai oleh Dinasti Qing sejak akhir abad ke-17  hingga sebuah pemerintah merdeka dibentuk dengan bantuan Uni Soviet pada 1921.Tetapi kemerdekaan Mongolia tidak diakui Cina sampai tahun 1949.Setelah komunis menguasai Cina baru akhirnya mengakui kemerdekaan Mongolia. Setelah keruntuhan Uni Soviet, Mongolia menganut aliran demokrasi. Dengan luas wilayah total 1,564,116 km2 (sebanding dengan Alaska), sebagian besar wilayah Mongolia memiliki tanah yang gersang: kebanyakan wilayah berupa padang rumput, dengan pegunungan di bagian barat dan utara dan Gurun Gobi di selatan. Mayoritas penduduknya beretnisMongol yang menganut agama Buddha Tibet dengan kehidupan nomad. 
Negara yang merdeka di 11 Juli 1921 ini memiliki penduduk sebanyak 2.832.224 (perkiraan tahun 2006). Negara yang menganut sistem parlementer ini memiliki Tsakhiagiin Elbegdorj sebagai presiden dan Sukhbaataryn Batbold sebagai perdana menteri. Mongolia bermata-uangkan Tugrug dan berbahasa Mongol sehari-hari.

SEJARAH

  • Periode Bangsa Hunnu (Hsiung-nu)
Bangsa Hun menjadi terkenal di bawah kepemimpinan Modun Khaan dari Dinasti Tiongkok yang mengontrol jalur perdagangan di daerah Turkistan. Kemudian kehancuran menimpa peradaban bangsa Hunnu bersamaan dengan kehancuran dinasti Hundi Tiongkok.
  • Periode Bangsa Cian-bi (Hsien-pi)
Penduduk bangsa Hunnu yang masih bertahan bergabung ke wilayah bangsa Cian-bi (136-181 Masehi). Cian-bi menjadi bangsa yang kuat dan memperluas wilayah dan membagi tiga bagian hingga ke timur sampai ke Korea di bawah kepemimpinan Tanishikuai. Sampai era kepemimpinan Kabinen, bangsa Cian-bi mengalami banyak perebutan wilayah. Tahun 235, Kabinen tewas dan bangsa Cian-bi mengalami kehancuran.
  • Periode Bangsa Jujan (Rouran)
Dibangun oleh penduduk sisa bangsa Cian-bi, bangsa Jujan yang berpusat di Khangai berkembang pada abad ke-5.
  • Periode Bangsa Tukish
Bangsa Tukish yang dibangun dari pecahan Kerajaan Jujan memperluas wilayahnya hingga ke semenanjung Korea dan Tiongkok. Sedikit penduduk dari bangsa Uighur ikut bergabung pada 745 Masehi. Bangsa Tukish menjadi bangsa yang kuat di Mongolia.
  • Periode Bangsa Uighur
Bangsa Uighur lahir dari bagian bangsa Tukish. Pada periode 745 Masehi, Uighur mengontrol jalur perdagangan dari China hingga ke kawasan timur Asia.
  • Periode Bangsa Kitan
Abad X-XII, Mongolia dikuasai Kitan yang berpusat di Sungai Liao, pegunungan Khyangan dan menguasai wilayah Mongolia pada tahun 924 Masehi. Pada 936 Masehi, bangsa Kitan menguasai wilayah Bahain dan 16 wilayah Tiongkok utara. Tahun 1120, bangsa Kitan hancur.
  • Periode Mongol
Abad XXI, Mongolia dikuasai oleh Kerajaan Mongol yang menduduki tiga sungai dan pegunungan Altai hingga sungai Selenge. Kerajaan ini dipimpin oleh Khabula Khaan atau yang sering disebut Kubilai Khan. Cucunya yang bernama Yesugei mendirikan Kerajaan Mongol Khanlig. Yesudei wafat tahun 1170 dan Kerajaan Mongol terbagi menjadi beberapa bagian. Anaknya yang bernama Temujin atau yang lebih dikenal sebagai Genghis Khan menguasai tampuk kepemimpinan Mongol. Dalam masa kepemimpinannya, Kerajaan Mongol Khanlig menjadi bagian negara yang disegani dengan menaklukkan Tiongkok (Dinasti Jin), Xia Barat, Asia Tengah dan Persia. 

POLITIK
Mongolia terkenal di abad ke-13 di bawah kepemimpinan Genghis Khan karena berhasil menaklukkan berbagai kerajaan di Eurasia. Setelah kematian Genghis Khan, Mongolia dibagi menjadi beberapa negara bagian yang kuat dan terpecah pada abad ke-14. Semua negara bagian kemudian bersatu kembali ke Mongolia awal dan berada di bawah pemerintahan Tiongkok.
Pada 1921, atas bantuan Uni Soviet, Mongolia merdeka dari Tiongkok. Sebuah pemerintahan komunis dibentuk pada 1924. Pada era 1990-an, Partai Revolusioner Rakyat Mongolia (MPRP) mengalahkan Koalisi Uni Democratic (DUC). Ini merupakan kumpulan dari berbagai partai beraliran demokratis. Koalisi DUC mengalahkan MPRP pada pemilu tahun 1996. Pada Pemilu tahun 2000, parlemen Mongolia dikuasai oleh MPRP. Pada pemilu 2004, DUC dan MPRP membentuk koalisi pemerintahan.
Pada 10 Januari 2005, sepuluh menteri di pemerintahan koliasi mengundurkan diri dan dalam kondisi krisis. Ada 18 menteri di dalam pemerintahan koalisi antara MPRP (yang sebelumnya bernama Partai Komunis) dan Partai Demokratik yang merupakan payung politik mantan Perdana Menteri Tsakhia Elbegdorj. Partai Demokratik hanya mempunyai 25 anggota di parlemen.

Mongolia berjuang untuk membawa nama baik bangsanya dengan prinsip yang telah diajarkan oleh pahlawan mereka, yaitu Jenghis Khan. Sejarah dunia mencatat bahwa Mongolia adalah satu-satunya negara yang kekuasaannya mendekati dominasi atas seluruh dunia (global domination). Kekuasaannya waktu itu adalah: China, Mongolia, Russia, Korea, Vietnam, Burma, Kamboja, Timur Tengah, Polandia, Hungaria, Arab Utara, dan India Utara.

KEBUDAYAAN MONGOLIA

Mongolia adalah negara yang juga sangat menghargai seni, termasuk tari. Sewaktu saya pergi dalam misi kebudayaan di Perancis, Mongolia merupakan salah satu peserta festival dari beberapa negara yang ikut dalam festival tersebut. Mongolia menampilkan tarian-tarian yang menakjubkan dan perlu keterampilan tinggi. Penampilan yang paling menakjubkan bagi saya adalah sebuah tarian dimana para penarinya terdiri dari 5 perempuan, masuk ke panggung dengan membawa 4 tumpuk mangkuk di kepala mereka dan sama sekali tidak jatuh. Kemudian mereka memindahkan mangkuk itu satu persatu ke kaki dan mengembalikannya ke kepala mereka lagi kemudian menari-nari di atas panggung dan mangkuk-mangkuk tersebut tidak jatuh dari kepala mereka. Lalu ada sebuah nyanyian juga yang ditampilkan, menggunakan bahasa Mongol tentunya dan kostum mereka luar biasa, hampir megah melambangkan kekaisaran mereka jaman dahulu.

tarian Mongolia

festival kebudayaan Mongolia


MILITER 
Militer Mongolia memiliki tiga cabang: Pasukan tujuan umum, kekuatan pertahanan perbatasan dan pasukan keamanan internal. Ini adalah struktur waktu-perdamaian. Dalam hal perang atau situasi perang seperti, struktur dapat diubah dan direorganisasi. 
Karena posisi geopolitik dan kekuatan ekonomis, Mongolia memiliki kebijakan militer yang unik. Berada di antara dua negara terbesar di dunia, angkatan bersenjata Mongolia memiliki kemampuan terbatas untuk melindungi kemerdekaan terhadap invasi asing, keamanan nasional negara karena itu sangat bergantung pada diplomasi. Ideal militer negara itu adalah untuk menciptakan dan memelihara angkatan bersenjata kecil tapi efisien dan profesional.
Angkatan bersenjata Mongolia sedang menjalankan misi penjaga perdamaian di Sierra Leone, Ethiopia, Kongo, Eritrea, Sahara Barat dan Afghanistan, dan dengan Misi PBB di Liberia. Pasukan Mongolia di Afghanistan kebanyakan membantu NATO / Bantuan Keamanan Internasional personel Angkatan dalam pelatihan bekas senjata di Pakta Warsawa yang terdiri dari sebagian besar peralatan militer yang tersedia untuk Tentara Nasional Afghanistan. Pada tahun 2005/2006, pasukan Mongolia juga menjabat sebagai bagian dari kontingen Belgia KFOR di Kosovo. Dari 2009 Mongolia Angkatan Bersenjata menyebarkan perdamaian terbesar menjaga misi untuk Chad dan pemerintah berencana untuk menyebarkan misi pertama sepenuhnya mandiri PBB di sana pada pertengahan 2011.

tentara Mongolia sedang menjelaskan US Marine bagaimana cara menembak RPG Soviet dalam ancaman senjata

 "If my body dies, let my body die -- but not my country." Genghis Khan.


[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

AUTOBIOGRAFI Gendis Sekarnegari

|

HALOOO SEMUAAA :) apa kabar??? Seperti yang sudah kalian baca di bawah ini ada berbagai posting tentang sejarah singkat hidup teman-teman saya, dari kecil sampai sekarang dan impian-impian mereka. Jadi itulah yang akan saya tulis berikut ini, semoga mencerahkan dan tidak membosankan! 




Saya lahir pada 26 Maret 1995 di RS Asih, Kebayoran. Ayah saya bernama Pribadi dan ibu saya Anna Rachmatika. Tidak punya ingatan apa-apa sama sekali tentang suasana pada saat kelahiran tentunya, tapi ada beberapa cerita mengenai menjelang saya dilahirkan. Waktu itu baru ashar dan ibu saya sedang bersantai di rumah ketika tiba-tiba kontraksi hebat menyerangnya, dia langsung menghubungi ayah saya yang saat itu masih di kantor dan kemudian secepatnya dilarikan ke rumah sakit bersalin. Kontraksi hebat itu tidak berhenti lama, rileks sebentar dan tiba-tiba kontraksi lagi, dan seterusnya begitu sampai subuh keesokan harinya. Lahirlah saya. Betapa sangat amat menderitanya ibu saya waktu itu, bisa dibayangkan. Persalinan itu adalah peristiwa antara hidup dan mati itu benar adanya, dan saya sangat beruntung bisa memiliki ibu saya setelah saya lahir dan sampai sekarang. 



Kata ayah, ia sudah menyiapkan nama saya jauh-jauh hari sebelum saya lahir. “Gendis itu bahasa Jawa, nak. Artinya gula. Gula itu manis dan semoga kamu begitu ya. Sekarnegari juga bahasa Jawa, artinya bunga negara. Semoga kamu jadi bunga negara yang manis ya.” ungkap ayah saya suatu kali saya bertanya tentang arti nama saya. “Nama yang terbaik untuk anak yang terbaik.” lanjutnya. Saya meng-amin-kannya dalam hati dan bersyukur memiliki ayah yang begitu baik dan tulus.

Pertama kali saya masuk sekolah adalah saat umur 2 tahun saya masuk playgroup belakang rumah. Masih sangat jelas dalam ingatan di pagi itu saya sangat amat bersemangat dan gembira karena akan menginjak sekolah untuk yang pertama kalinya. Saya diantar oleh ayah saya berjalan sampai ke sekolah tersebut.
TK Puri Mutiara. TK yang berbentuk seperti rumah. Karena terletaknya juga di komplek perumahan saya. Sangat amat kecil. Itu bahkan tidak bisa disebut sekolah. Hanya memiliki satu lantai dan 2 ruangan. 1 kelas TK A, 1 ruang guru, TK B belajar di garasi dan ruang tengah untuk playgroup, duduk di lantai. Kata ibu, saya sangat bersemangat mempelajari berbagai macam hal dan itu yang membuatnya memasukkan saya ke sekolah lebih cepat. Saya menjadi satu-satunya siswa yang belajar dengan pakaian bebas pada hari itu. Di sekolah yang sangat sederhana itu saya merasa sangat istimewa.
Hari-hari awal masa pendidikan saya dimulai sejak saat itu. Saya belajar banyak hal dan bertemu banyak teman. TK B masih lumayan jelas dalam ingatan saya. Waktu itu kelas saya hanya terdiri dari 9 orang, dengan 2 orang perempuan dan sisanya laki-laki. Saya dan Gunya menjadi siswa perempuan di kelas itu.
Saya mulai bermain piano sejak kecil dan saya sangat suka bermain piano. Ibu saya membelikan piano untuk saya. Saya sempat konser beberapa kali dan rasanya sangat menyenangkan ditonton banyak orang dan diberi tepuk tangan.

Tahun 1998 waktu itu dan saya tidak tahu bahwa sedang terjadi salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah. Orde Baru. Anarki terjadi dimana-mana, demo-demo, protes yang menunjukkan bahwa rakyat tidak lagi ingin dipimpin oleh rezim Soeharto. Akhirnya BJ Habibie yang waktu itu sebagai wapres mengambil alih kursi kepresidenan.
Ketika saya 5 tahun, adik saya lahir. Diberi nama Satria Luhur Pandu Negoro, “Artinya pahlawan berbudi pekerti yang memimpin negara.” kata ayah. Lagi-lagi ia menyiapkan nama yang bagus itu dari jauh-jauh hari. “Nama itu doa, harus berarti baik.”

Saya masih kelas 1 SD waktu itu ketika keluarga kami pergi ke Singapore dan Thailand. Disana saya melihat banyak hal baru yang menyenangkan. Burung flamingo di Jurong Bird Park dan bersantai di sebuah botanical garden, kemudian lanjut ke Thailand dan mengunjungi beberapa temple, mengicip tomyam pertama kali, banyak serangga digoreng dan dijual di sepanjang jalannya. Ibu dan ayah belanja banyak sekali saya sampai bingung. Saya masih sangat ingat di Singapore saya mendapat teman sebaya bernama Sonya dari Korea, kami berkenalan karena tinggal di apartemen yang sama. Dan kami bergaul dengan sangat baik walaupun tidak mengerti bahasa satu sama lain J
Saat saya kelas 2 SD, saat itu pula WorldCup 2002 berlangsung. Saya mendukung Brazil yang waktu itu bertemu Jerman di final dan mereka menang!

Masa-masa SD saya berlangsung dengan begitu menyenangkan, dengan banyak drama anak-anak dan prestasi-prestasi akademik & non-akademik. Saya memiliki banyak teman dan masih berhubungan dengan mereka sampai sekarang. Tahun 2004 saat saya kelas 4 SD, tsunami terbesar dalam sejarah terjadi di Aceh. Menyerang India, Sri Lanka, Thailand dan negara-negara di sekitar Samudra Hindia. Puluhan ribu orang tewas dan kehilangan tempat tinggal.  
Kelas 6 SD waktu itu lumayan disibukkan dengan pelajaran tambahan dan persiapan ujian-ujian akhir, karena saya ingin masuk SMP Labschool Kebayoran waktu itu dan ingin lulus dengan nilai baik. Alhamdulillah saya lulus tes-nya.

Kelas 7 SMP menjadi saat yang lumayan mendebarkan, karena saya selalu bersama teman-teman dekat saya di SD selama 6 tahun dan harus berpisah. Kelas 7 lumayan menyenangkan dengan sedikit dramanya, saya berteman dan bermusuhan. Kelas 8 saya bergabung menjadi anggota OSIS-MPK menjadi bendahara kemudian ketua bidang 1 MPK. Pengalaman organisasi yang sangat berharga.
Saya mengikuti beberapa lomba waktu itu, news reading di antaranya dan saya meraih juara 2 atau 3 beberapa kali. Rasanya sangat menyenangkan bisa berprestasi! Kelas 8 nilai akademik saya agak naik-turun dikarenakan aktivitas di OSIS-MPK yang lumayan menyita waktu belajar. Ibu sempat protes waktu itu tapi akhirnya saya bisa memperbaiki nilai dan dapat menyeimbangkan kegiatan.
Kelas 9 pun dimulai. Masa jabatan di MPK sudah habis dan harus fokus pada UAN dan tes masuk SMA Labsky. Saya ingin masuk Labsky lagi waktu itu dan alhamdulillah lulus pada tes PSB.
Les piano saya berhenti saat SMP, karena kegiatannya yang luar biasa sibuk saya memberhentikan semua les saya. Padahal tempat les saya waktu itu sangat kaliber, saya sempat mendapat sertifikasi langsung dari institut pusat di Inggris dengan Ratu Elizabeth II sebagai patron-nya!

Sangat amat senang, gembira, deg-degan, terharu rasanya memakai putih abu-abu pada awalnya. Saya merasa sangat dewasa dan bebas dan tau segalanya. “Selamat ya.” kata ayah sambil tersenyum saat hari pertama masuk SMA. Saya sudah cukup tahan banting terhadap MOS di Labschool, cukup kuat disuruh makan cepat-cepat, lari-lari kesana-kemari, hukuman fisik dan tekanan mental. Pelajaran-pelajarannya sendiri pun merupakan tekanan mental…Di SMA saya bertemu lagi teman-teman di SD, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya hanya kenal menjadi dekat. Murid-muridnya sangat beragam, bertalenta dan menyenangkan.
Saya mengetes kemampuan saya tahun lalu dengan mengikuti tes AFS. Alhamdulillah lolos di tahap 1 tapi tidak untuk tahap selanjutnya. Itu bisa dibilang masa-masa yang lumayan sedih bagi saya, karena saya sangat menginginkan itu. Dan saya tahu ayah saya juga. Itu impiannya yang tidak pernah tercapai. “Dulu ayah pernah ikut cuma gak lolos. Kakak aja ya yang lolos berarti” Saya merasa sangat sedih dan kecewa terhadap diri saya sendiri karena tidak dapat mewujudkan mimpi itu untuknya.

Di kelas 10 saya mengikuti ekskul tari tradisional yang pada waktu itu membawa saya keliling Eropa dalam sebuah misi budaya. Ini merupakan salah satu pengalaman tidak terlupakan selama hidup saya. Kami –penari dan pemusik-- berlatih selama kurang lebih 4 bulan untuk menyiapkan 8 tarian dari beberapa kebudayaan Indonesia. 


Festival diadakan di Romans-le-Isere, Perancis. 9 jam perjalanan membuat kami semua jetlag. Selama 9 hari kami festival banyak terjadi hal-hal di luar dugaan. Tapi kami bertemu dengan teman-teman mancanegara yang juga mengikuti festival, Mongolia, Georgia, Spanyol dan lain-lain. Momen yang tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika kami membawakan tari saman di opening, dan kami mendapat standing ovation :)
Setelah 9 hari festival, kami dibawa berkeliling Eropa oleh tourguide yang sangat kocak dan lumayan laknat. Saya, yang dari dulu sangat ingin mengunjungi daratan Eropa, sangatlah amatlah senang dan bersyukur sekali berkesempatan bepergian kesana. 



Untuk pertama kalinya mengunjungi menara Eiffel, museum Louvre, Basilika di Vatikan, Venezia, atomium di Brussels, gunung Titlis, danau Lucerne dan tempat-tempat mengagumkan lainnya. Saya benar-benar harus kesana lagi dan kali ini membawa orang tua serta adik saya!!!!

Sekarang saya sedang menjalani semester 2 kelas 11 di SMA Labsky. Saya ditempatkan di sebuah kelas yang benar-benar tidak terdefinisi. Banyak sekali ragam manusianya dan sangat mengasyikkan! Setiap hari selalu ada lawakan dan bercandaan, tingkah laku masing-masing dari kami yang aneh, yang selalu baru dan tidak pernah membosankan.

Saya ingin dan insyaAllah masuk Fakultas Kedokteran UI, kemudian melanjutkan sebagai spesialis bedah di luar negeri. Saya akan keliling dunia, melihat banyak hal, bertemu banyak orang, mempelajari budaya-budaya dan bahasa-bahasa lain, mencicipi makanan-makanan khas tempat lain. Saya akan berbakti kepada orang tua, negara dan agama. Saya akan tetap bermain piano dan menjadi pianis handal. Saya akan terkagum-kagum kepada dunia dan dunia akan terkagum-kagum kepada saya. AMIN YA ROBBAL ALAMIN :)


Quote: "In dreams, begin responsibilities."  

Periodesasi:
1995: lahir di Jakarta
2000: lulus TK
2006: lulus SD
2009: lulus SMP
2012: lulus SMA
2017: lulus dengan nilai yang memuaskan dari FKUI dan praktek
2019: melanjutkan S2 spesialis bedah di luar negeri
2024:  lulus dengan nilai yang memuaskan dan praktek  
2030: praktek dan menetap bersama keluarga di luar negeri 

[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

 

Design modified by mugimunteng | Basic Design by Dzignine in Collaboration with Trucks, SUV, Kidney Stones