otakatikawas!

otakatikawas!
Showing posts with label Cahyo Tri A. Show all posts
Showing posts with label Cahyo Tri A. Show all posts

15 tahun dan terus bertambah - sebuah autobiografi

|

∞ - 3 tahun

Cahyo Tri Afianto adalah seorang siswa kelas XI di SMA Labschool Kebayoran.  Kelahirannya di Rumah Sakit Pondok Indah pada tanggal 15 Mei 1995 diikuti oleh bulan purnama pada malam harinya. Dia memiliki ibu yang bernama Fiaty Martiana dan ayah yang bernama Ito Anggraito. Selain itu, Cahyo juga memiliki 2 saudara kandung bernama Aryo Dwipurwo Dumadi dan Pondra Novara Priyono dengan jarak umur sejauh 15 dan 13 tahun. 

Cahyo dilahirkan secara sesar dan memiliki berat 3,2 kg. ketika dilahirkan, dokter mendiagnosa dia terkena sebuah penyakit karena tubuhnya kekuning – kuningan, sehingga harus diinkubasi. Setelah diikubasi selama 7 hari, Cahyo pun dibawa pulang ke rumah orangtuanya yang masih ditinggalinya hingga saat ini dan terletak di Jl. Bendi Raya no. 20, Jakarta Selatan. 

Ketika dilahirkan, Cahyo memiliki 1 orang kakek dan 2 orang nenek, dimana 1 dari neneknya adalah nenek tiri. Kakek dari ayahnya yang bernama Hartono telah meninggal dunia. Sedangkan Hariati, nenek dari ibunya juga sudah meninggaldunia. Nenek dari ayahnya yang bernama Saldiyah pada saat itu berumur 62 tahun. Sementara kakek dari ibunya yang bernama Soejoed Bin Wahjoe berumur 72 dan belum lama menikah dengan istrinya Siti Gumilar pada tahun 1990. Kakaknya yang pertama pada saat itu berumur 15 tahun dan sedang duduk di bangku SMAN 47. Pondra, kakaknya yang kedua, saat itu berumur 13 tahun dan bersekolah di SMPN 161.

Pada tahun 1995, ayahnya yang merupakan seorang pilot, baru saja pindah kerja dari Garuda Indonesia, ke Korean Air, sebuah maskapai di Korea Selatan. Hal tersebut dilakukannya karena keadaan ekonomi bangsa Indonesia sedang lemah. Dikarenakan hal tersebut, kebutuhan Cahyo pun dapat dipenuhi oleh orangtuanya dengan baik. Sementara ibunya pernah bekerja di Pertamina. namun pada tahun 1995 ibunya sudah tidak bekerja lagi.

Di masa kecilnya selain diasuh oleh ibunya, Cahyo juga diasuh oleh mbak yang bernama Irah. Dia sudah bekerja di keluarga tersebut selama 15 tahun, sejak kelahiran anak yang pertama. Mbak Irah sampai saat ini masih bekerja di keluarga tersebut, memasuki tahun ke 30

3 – 4 tahun (KB – TK)

Ketika Cahyo berumur 3 tahun, dia disekolahkan oleh orangtuanya ke KB Kids Sport yang terletak di Pondok Indah. Pada umur 4 tahun, Cahyo bersekolah di TK As-Sakiinah yang berjarak 250m dari rumahnya. Tidak seperti anak pada umurnya yang masuk ke TK A, Cahyo langsung masuk ke TK B dikarenakan hasil tes yang cukup baik. Selain itu, Cahyo juga tidak suka mengikuti pelajaran mengambar, dia bahkan tidak pernah mengikutinya.

5 – 11 tahun (SD)

Cahyo masuk ke bangku sekolah SDN Kebayoran Lama Selatan 01 Pagi (SDN Keb Lam Sel 01 PG) ketika dia berumur 5 tahun. Pada masa tersebut, Cahyo ikut serta dalam beberapa kegiatan, diantaranya pramuka dan lomba – lomba. Cahyo merupakan wakil ketua regu pramuka di sekolahnya. Selain itu, dia juga pernah mengikuti perkemahan dan menjuarai lomba cerdas cermat. Jabatan wakil ketua regu pun kembali dipegang ketika mengikuti perkemahan tersebut. 

Dalam hal kecerdasan, Cahyo pun tidak sembarangan. Dia selalu menempati ranking 1 atau 2 selama 6 tahun bersekolah di SD. Hal tersebut membuatnya tepilih untuk mengikuti beberapa lomba, diantara lomba – lomba tersebut yang pernah diikuti adalah lomba Test Pacu Prestasi yang dilaksanakan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri 3, Jakarta.

Diluar sekolah, Cahyo sering diajak tamasya oleh orang tuanya. Mereka baru membeli sebuah villa di Kota Bunga, Puncak yang biasa mereka kunjungi setiap akhir pekan. Setiap tahun baru, mereka pun mendatangi villa tersebut untuk menyaksikan pesta kembang api yang diadakan di komplek villa tersebut. Selain itu, Cahyo juga beberapa kali diajak ke Korea Selatan. Ketika terjadi kerusuhan Mei ’98, dia dan kedua orangtuanya sedang berada di Korea. Disanalah, dia pertama kali melihat salju. Bukan hanya salju, dia bahkan sempat mengalami suhu -9° C. pada saat itu, jika sedang diluar hotel Cahyo dan orangtuanya berkali – kali masuk ke dalam toko agar tidak kedinginan. Hal lain yang ditemukan olehnya di korea adalah acara anak – anak Teletubies. Dia sangat suka acara tersebut sehingga ketika ditayangkan di Indonesia, dia belum mau mandi jika acara tersebut belum selesai.

Setelah 6 tahun mencari ilmu di SDN Kebayoran Lama Selatan 01 Pagi, Cahyo pun dinyatakan lulus pada tanggal 14 Juni 2006, dengan total nilai tertulis sebesar 78,07 dan praktik 67,05. Sementara itu, Cahyo harus memilih SMP manakah yang akan dia tuju. Ketika Ujian, dia memilih SMPN 11, SMPN 161, dan SMPN 48. Tetapi sebelum itu, Cahyo sudah mengikuti tes masuk di SMP Labschool Kebayoran dan dinyatakan lulus. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Diputuskanlah untuk masuk ke SMP Labschool Kebayoran.

11 – 14 tahun (SMP)

Tahun pertama di kelas 7E dilalui oleh Cahyo dengan mengikuti kegiatan – kegiatan wajib yaitu MOS (Masa Orientasi Siswa), KALAM (Kajian Islam Ramadhan) LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) dan Orientasi. Di Labschool, mereka memiliki kebiasaan untuk memberi nama kelas. Nama VII E pun beberapa kali diganti, mulai dari VIIERATES OF KEBAYORAN, hingga menjadi GREEN 7EA. Peraturan yang dikeluarkan Labschool untuk mengikuti ekskul membuat Cahyo mengikuti ekskul aeromodeling.Ekskul tersebut memiliki seorang pengajar yang bernama Pak Syam. Dia juga merupakan guru aeromodeling teman ayah Cahyo. walaupun Pak Syam memiliki umur yang sudah tua, tetapi dia masih sangat sehat. Dia masih kuat untuk naik turun tangga 3 tingkat, berputar – putar untuk menerbangkan pesawat, dll. Namun karena Cahyo merasa kurang cocok dengan ekskul tersebut, dia hanya mengikutinya selama 1 semester. Pada semester kedua, Cahyo mengambil ekskul gamelan. 

Pada tahun kedua, Cahyo masuk ke kelas 8B, RO8BIN HOOD. Di kelas 8, Labschool hanya memberikan 1 program wajib, yaitu BIMENSI (Bina Mental Siswa). BIMENSI sendiri adalah kegiatan dimana siswa siswi Labschool dilatih oleh TNI, yang pada waktu itu dilakukan oleh Brigif 2 Marinir, Cilandak. Cahyo mengikuti BINTAMA dengan cara mengikuti arus. Dia hanya mengikuti apa perintah para pelatih. Selain itu, tidak ada hal yang menarik bagi Cahyo di kelas 8.

Pada bulan Juni 2008, Cahyo masuk ke kelas 9E (TRI MAS 9ETIR). Di kelas 9, dia mulai belajar memainkan gitar bersama beberapa temannya: adam, kikizas, dan hafiz. Hal yang cukup berkesan hanyalah UAN dan persiapannya. Untuk mempersiapkan siswa – siswi menghadapi UAN, labschool memberikan semacam tambahan pelajaran yang dinamakan paket. Paket tersebut terbagi menjadi 3. Paket 1 membahas pelajaran di kelas 7, paket 2 membahas pelajaran di kelas 8 dan paket 3 membahas pelajaran kelas 9. Tiap tiap paket memiliki try out. Selain itu ada pula try out yang dilakukan oleh pemerintah.

Pada tanggal 27, 28,  29 , dan 30 April 2009, Cahyo mengikuti Ujian Akhir Nasional dan pada bulan Juni di tahun yang sama dinyatakan lulus dari SMP Labschool kebayoran. Cahyo pun akhirnya masuk ke SMA Labschool Kebayoran melalui jalur khusus dan mendapat tawaran untuk mengikuti program akselerasi. Namun dia tidak menerima tawaran tersebut dan masuk ke kelas regular.

14 – 15 tahun (SMA)

Kelas 10 di SMA Labsky dilalui dengan mengikuti Masa Orientasi Siswa dengan bimbingan OSIS Diwakara Balasena. Setelah selesai MOS, cahyo memulai kehidupannya di SMA di kelas XA. Di kelas X, SMA Labsky juga memberikan beberapa program wajib, diantaranya Pilar, Trip Observasi (TO) dan Bintama. Pilar adalah kegiatan pesantren kilat yang dilaksanakan di sekolah dan bekerjasama dengan pesantren Daarut Tauhiid.  Trip Observasi adalah kegiatan dimana siswa – siswi Labsky “belajar” menjadi orang desa dan hidup sederhana. Sedangkan Bintama mirip dengan Bimensi, yaitu pelatihan mental oleh Grup 1 Kopassus Serang.

Pada bulan Juli 2010, Cahyo dan teman – temannya yang termasuk ke dalam tim misi budaya berangkat ke Perancis – lebih tepatnya kota Romans – untuk mengikuti festival kebudayaan. Festival tersebut berlangsung selama 9 hari, dimulai pada tanggal 3 hingga tanggal 11. Di festival tersebut, Cahyo menjadi pemusik yang mengiringi para penari menarikan berbagai tarian, diantaranya Tari Saman, Tari Piring, Tari Salama, Tari Nandak Ganjen, dan Tari Rapai Geleng. Setelah mengikuti festival, mereka mengikuti tur mengelilingi eropa yang meliputi beberapa Negara di antaranya adalah Belgia, Belanda, Jerman, Swiss, dan Italy. Sepulangnya dari Eropa, Cahyo masuk ke kelas XI IPA 1 dimana dia sekarang berada.

Di kelas XI, Cahyo menjadi Panitia untuk beberapa kegiatan sekolah diantaranya Sky Battle, Sky Fest, Skynation, dll. Di luar itu, tidak banyak hal hal yang berkesan bagi Cahyo.

15 tahun - ∞

Di kelas XI, Cahyo berharap untuk memperbaiki nilai – nilai akademiknya. Setelah lulus, dia berenecana untuk bekerja sebagai penerbang, mengikuti jejak ayahnya. Untuk mencapai cita – citanya tersebut, dia harus mengikuti pelatihan dan bersekolah selama kurang lebih 1 tahun untuk mendapatkan lisensi terbang. Setelah itu dia harus belajar lagi selama kurang lebih 1 tahun untuk mendapatkan rating pesawat dan baru bias dibilang bekerja. Seiring dengan bertambahnya jam terbang, Cahyo berharap akan dipromosikan menjadi kapten sehingga secara ekonomi dia tidak akan mengalami masalah.







 






[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

Ketika Kekaisaran Khmer Berakhir - Kerajaan Kamboja

|

Kamboja adalah sebuah negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara. Negara ini merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad ke-11 dan 14.

Kamboja berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara, Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di selatan. Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap melintasi negara ini.

Menjelang kemerdekaannya, Negara Kesatuan Republik Indonesia banyak membantu negara Kamboja ini. Buku - buku taktik perang karangan perwira militer Indonesia banyak digunakan oleh militer Kamboja. Oleh karenanya, para calon perwira di militer Kamboja, wajib belajar dan dapat berbahasa Indonesia.

Sejarah

Perkembangan peradaban Kamboja terjadi pada abad 1 Masehi. Selama abad ke-3,4 dan 5 Masehi, negara Funan dan Chenla bersatu untuk membangun daerah Kamboja. Negara-negara ini mempunyai hubungan dekat dengan China dan India. Kekuasaan dua negara ini runtuh ketika Kerajaan Khmer dibangun dan berkuasa pada abad ke-9 sampai abad ke-13.

Kerajaan Khmer masih bertahan hingga abad ke-15. Ibukota Kerajaan Khmer terletak di Angkor, sebuah daerah yang dibangu pada masa kejayaan Khmer. Angkor Wat, yang dibangun juga pada saat itu, menjadi simbol bagi kekuasaan Khmer.

Pada tahun 1432, Khmer dikuasai oleh Kerajaan Thai. Dewan Kerajaan Khmer memindahkan ibukota dari Angkor ke Lovek, dimana Kerajaan mendapat keuntungan besar karena Lovek adalah bandar pelabuhan. Pertahanan Khmer di Lovek akhirnya bisa dikuasai oleh Thai dan Vietnam, dan juga berakibat pada hilangnya sebagian besar daerah Khmer. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1594. Selama 3 abad berikutnya, Khmer dikuasai oleh Raja-raja dari Thai dan Vietnam secara bergilir.

Pada tahun 1863, Raja Norodom, yang dilantik oleh Thai, mencari perlindungan kepada Perancis. Pada tahun 1867, Raja Norodom menandatangani perjanjian dengan pihak Perancis yang isinya memberikan hak kontrol provinsi Battambang dan Siem Reap yang menjadi bagian Thai. Akhirnya, kedua daerah ini diberikan pada Kamboja pada tahun 1906 pada perjanjian perbatasan oleh Perancis dan Thai.

Kamboja dijadikan daerah Protektorat oleh Perancis dari tahun 1863 sampai dengan 1953, sebagai daerah dari Koloni Indochina. Setelah penjajahan Jepang pada 1940-an, akhirnya Kamboja meraih kemerdekaannya dari Perancis pada 9 November 1953. Kamboja menjadi sebuah kerajaan konstitusional dibawah kepemimpinan Raja Norodom Sihanouk.

Pada saat Perang Vietnam tahun 1960-an, Kerajaan Kamboja memilih untuk netral. Hal ini tidak dibiarkan oleh petinggi militer, yaitu Jendral Lon Nol dan Pangeran Sirik Matak yang merupakan aliansi pro-AS untuk menyingkirkan Norodom Sihanouk dari kekuasaannya. Dari Beijing, Norodom Sihanouk memutuskan untuk beraliansi dengan gerombolan Khmer Merah, yang bertujuan untuk menguasai kembali tahtanya yang direbut oleh Lon Nol. Hal inilah yang memicu perang saudara timbul di Kamboja.

Khmer Merah akhirnya menguasai daerah ini pada tahun 1975, dan mengubah format Kerajaan menjadi sebuah Republik Demokratik Kamboja yang dipimpin oleh Pol Pot. Mereka dengan segera memindahkan masyarakat perkotaan ke wilayah pedesaan untuk dipekerjakan di pertanian kolektif. Pemerintah yang baru ini menginginkan hasil pertanian yang sama dengan yang terjadi pada abad 11. Mereka menolak pengobatan Barat yang berakibat rakyat Kamboja kelaparan dan tidak ada obat sama sekali di Kamboja.

Pada November 1978, Vietnam menyerbu RD Kamboja untuk menghentikan genosida besar-besaran yang terjadi di Kamboja. Akhirnya, pada tahun 1989, perdamaian mulai digencarkan antara kedua pihak yang bertikai ini di Paris. PBB memberi mandat untuk mengadakan gencatan senjata antara pihak Norodom Sihanouk dan Lon Nol.

Sekarang, Kamboja mulai berkembang berkat bantuan dari banyak pihak asing setelah perang, walaupun kestabilan negara ini kembali tergoncang setelah sebuah kudeta yang gagal terjadi pada tahun 1997

Bendera

Bendera Kamboja dikembalikan kembali pada tahun 1993 setelah sebuah pemilu yang mengembalikan pemerintahan monarki di negara tersebut. Reka bentuk bendera ini telah ada sejak 1850 dan tidak berubah hingga sekarang. Terdiri dari jalur biru di atas dan bawah dan jalur merah di tengah (rasio 1:2:1) yang diisi dengan gambar Angkor Wat. Bendera berbidang merah dengan gambar Angkor Wat di tengah digunakan semasa pemerintahan Khmer Rouge.

Lambang

Lambang Kerajaan Kamboja adalah simbol bagi kekuasaan Kerajaan Kamboja. Lambang ini telah dipakai sejak lama dari tahun 1950. Dijadikan sebagai simbol resmi Kerajaan Kamboja pada tahun 2004 oleh Norodom Sihamoni.

Deskripsi

Dalam lambang, digambarkan ada dua hewan mitologi yaitu gajashima di bagian kiri, singa dengan gading gajah dan seekor singha di sisi kanan. Digambarkan pula ada 2 payung bertatah yang ditopang oleh singa di dua sisi. Kalimat Bahasa Khmer yang terkandung di kalimat itu ialah : preah'jao (pemimpin), krung (area/daerah kerajaan), Kampuecha(Kamboja). Jadi, tulisan itu dibaca Pemimpin Kerajaan Kamboja.

Sejarah

Lambang ini sempat tidak dipakai pada masa Pol Pot berkuasa di rezim Republik Demokratik Kamboja tahun 1970-an. Lambang ini direstorasi pada tahun 1993, ketika Norodom Sihanouk kembali berkuasa.

Pembagian Administatif

Kamboja dibagi menjadi 20 provinsi (khett) and 4 kota praja (krong). Daerah Kamboja kemudian dibagi menjadi distrik(srok), komunion (khum), distrik besar (khett), and kepulauan(koh).
  1. Kota Praja (Krong):
    • Phnom Penh
    • Sihanoukville (Kampong Som)
    • Pailin
    • Kep
  2. Provinsi (Khett):
    • Banteay Meanchey, Battambang, Kampong Cham, Kampong Chhnang, Kampong Speu, Kampong Thom, Kampot, Kandal, Koh Kong, Kratié, Mondulkiri, Oddar Meancheay, Pursat, Preah Vihear, Prey Veng, Ratanakiri, Siem Reap, Stung Treng, Svay Rieng and Takéo
  3. Kepulauan (Koh):
    • Koh Sess
    • Koh Polaway
    • Koh Rong
    • Koh Thass
    • Koh Treas
    • Koh Traolach
    • Koh Tral
    • Koh Tang
Geografi
Kamboja mempunyai area seluas 181.035 km2. Berbatasan dengan Thailand di barat dan utara, Laos di timurlaut dan Vietnam di timur dan tenggara. Kenampakan geografis yang menarik di Kamboja ialah adanya dataran lacustrine yang terbentuk akibat banjir di Tonle Sap. Gunung tertinggi di Kamboja adalah Gunung Phnom Aoral yang berketinggian sekitar 1.813 mdpl.

Cuaca

Berikut ini tabel cuaca dan curah hujan di Phnom Penh

Ekonomi

Perekonomian Kamboja sempat turun pada masa Republik Demokratik berkuasa. Tapi, pada tahun 1990-an, Kamboja menunjukkan kemajuan ekonomi yang membanggakan. Pendapatan per kapita Kamboja meningkat drastis, namun peningkatan ini tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara - negara lain di kawasan ASEAN. PDB bertumbuh 5.0% pada tahun 2000 dan 6.3 % pada tahun 2001. Agrikultur masih menjadi andalan utama kehidupan ekonomi masyarakat terutama bagi masyarakat desa, selain itu bidang pariwisata dan tekstil juga menjadi bidang andalan dalam perekonomian di Kamboja.

Perlambatan ekonomi pernah terjadi pada masa Krisis Finansial Asia 1997. Investasi asing dan turisme turun dengan sangat drastis, kekacauan ekonomi mendorong terjadinya kekerasan dan kerusuhan di Kamboja.

Budaya

Budaya di Kamboja sangatlah dipengaruhi oleh agama Buddha Theravada. Diantaranya dengan dibangunnya Angkor Wat. Kamboja juga memiliki atraksi budaya yang lain, seperti, Festival Bonn OmTeuk, yaitu festival balap perahu nasional yang diadakan setiap November. Rakyat Kamboja juga menyukai sepak bola.

Angkor Wat

Angkor Wat, adalah sebuah kuil atau candi yang terletak di kota Angkor, Kamboja, dan dianggap sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Ia dibangun oleh Raja Suryavarman II pada pertengahan abad ke-12. Pembangunan kuil Angkor Wat memakan waktu selama 30 tahun. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Raja Suryavarman II memerintahkan pembangunan Angkor Wat menurut kepercayaan Hindu yang meletakkan gunung Meru sebagai pusat dunia dan merupakan tempat tinggal dewa-dewi Hindu, dengan itu menara tengah Angkor Wat adalah menara tertinggi dan merupakan menara utama dalam kompleks bangunan Angkor Wat.

Sebagaimana mitologi gunung Meru, kawasan kuil Angkor Wat dikelilingi oleh dinding dan terusan yang mewakili lautan dan gunung yang mengelilingi dunia. Jalan masuk utama ke Angkor Wat yang sepanjang setengah kilometer dihiasi pagar susur pegangan tangan dan diapit oleh laut buatan manusia yang disebut sebagai Baray. Jalan masuk ke kuil Angkor Wat melalui pintu gerbang, mewakili jambatan pelangi yang menghubungkan antara alam dunia dengan alam dewa-dewa.

Angkor Wat berada dalam keadaan yang baik dibandingkan dengan kuil lain di dataran Angkor disebabkan Angkor Wat telah dialihfungsikan menjadi kuil Buddha dan dipelihara serta digunakan secara terus menerus ketika agama Buddha menggantikan agama Hindu di Angkor pada abad ke-13. Kuil Angkor pernah dijajah oleh Siam pada tahun 1431.

Nama modern Angkor Wat, berarti "Kuil Kota"; Angkor adalah bentuk perubahan dari kata nokor yang berasal dari kata nagara dalam bahasa Sansekerta yang berarti ibu kota atau negara. wat adalah istilah dalam bahasa Khmer untuk kuil atau candi. Sebelumnya nama asli candi ini adalah Preah Pisnulok atau Vishnuloka (tempat dewa Wishnu bersemayam), berdasarkan nama anumerta raja pembangunnya, Suryawarman II.

[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

Menunggu Sejak 1976 - Tank Ringan M3A1 Stuart

|


M3/M5 Stuart adalah tank ringan buatan AS yang banyak digunakan dalam Perang Dunia II. Dengan jumlah total produksi mencapai sekitar 25.000 unit, tank ini digunakan oleh oleh negara-negara Sekutu dan bertempur di semua front Perang Dunia II, mulai dari Eropa Barat, Afrika Utara, Eropa Timur, sampai front Pasifik. Pasukan Inggris menjuluki tank ringan ini Stuart yang diambil dari nama James Ewell Brown “Jeb” Stuart, seorang jenderal pasukan konfederasi dalam Perang Saudara AS.

Tank Ringan M3
Melihat peristiwa di Eropa, desainer tank Amerika menyadari bahwa tank ringan M2 menjadi usang dan mulai memperbaiki hal itu. Pengembangan desain, dengan pertahanan yang lebih tebal, modifikasi suspensi, dan sistem senjata recoil baru itu disebut "tank ringan M3". Produksi kendaraan dimulai pada Maret 1941 dan dilanjutkan sampai Oktober 1943.Seperti pendahulunya itu M2A4, M3 itu bersenjata dengan senapan 37 mm M5 dan lima senapan mesin Browning M1919A4 kaliber 30: koaksial dengan pistol, di atas menara di AA M20 mount, dalam bola mount di busur kanan, di kanan dan sponsons lambung kiri.
Di bagian dalam, mesin radial terletak di bagian belakang dan transmisi berada di depan. Di bagian tengah, terdapat pipa yang menyambungkan mesin dengan transmisi. Selain itu, penambahan “lantai kubah” semakin mempersempit ruang untuk crew.  Untuk meringankan kebutuhan untuk mesin-aero radial yang digunakan dalam M3, versi baru ini dikembangkan menggunakan mesin mobil Cadillac V8 kembar dan transmisi Hydra-Matic. instalasi tersebut menghasilkan varian yang lebih tenang, dingin, lapang, dan lebih mudah untuk melatih pada versi otomatis.

Tank M5 perupakan pengembangan lebih lanjut dari Tank M3.

Tank Ringan M5
Tank Ringan M5  adalah modifikasi dari tank M3 dengan mesin yang lebih baru dan pertahanan yang lebih baik. Pada tahun 1941 terjadi kekurangan pasokan mesin radial sehingga diputuskan untuk mencari mesin alternatif untuk digunakan di tank. Mesin yang digunakan di M5 adalah 2 buah mesin Cadillac yang memiliki 2 buat transmisi untuk setiap mesin. Semua sambungan dibuat dengan cara di las, dan plat glacis dibuat lebih miring dan dimajukan untuk memberikan ruang lebih bagi pengemudi. visi langsung untuk pengemudi adalah melalui dua lubang intip yang ditutup dengan sumbat baja terpasang dengan rantai. Kubah M5 sama dengan yang dipakai di tank ringan M3A1. M5 awalnya dikenal sebagai M4 tetapi diganti menjadi M5 untuk menghindari kebingungan dengan tank M4 Sherman. Inggris menyebut tank M5 sebagai Stuart VI. Fitur utama yang membedakan antara tank ringan M5 dan M3A3 adalah sisi lambung dan dek belakang. M5 memiliki dek belakang yang lebih tinggi untuk mengakomodasi mesin Cadillac kembar dan sisi lambung vertikal, sedangkan M3A3 memiliki sisi miring lambung atas dan dek mesin datar.

Data Tank M3A1 Stuart yang ada di museum Satria Mandala
Negara asal            : Amerika Serikat
Mesin                    : Continental, 7 silinder, 250 tenaga kuda
Berat                     : 13 ton (dengan perlengkapan)
Ukuran                  : Panjang 4,52m
                                Lebar 2,24m
                                Tinggi 2,64m
Kecepatan maks    : 50 km/jam
Awak                    : 4 orang
Persenjataan          : 1 pucuk meriam caliber 37mm
                                1 pucuk mitraliur 7,62mm coaxial
                                1 pucuk mitraliur 7,62mm haluan
                                1 pucuk mitraliur 7,62mm penangkis serangan udara
                                1 pucuk pistol mitraliur, dipasang di belakang pengemudi sebelah kiri
 Lapis baja              :


Kubah
Badan
Dasar
Depan
10 mm
8 mm
10 mm


10 mm

Belakang

10 mm
2 mm
Atas

10 mm

Sisi

10 mm

Kutub

10 mm

Depan



Lainnya

10 mm


Sumbangan           : TNI AD

Sejarah Singkat
1949   : Diterima dari Belanda
1950   : Menumpas pemberontakan RMS
1950   : Menumpas Pemberontakan DI/TII di Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi      Selatan sampai tahun 1965
1958   : Menumpas PRRI di Sumatera dan permesta Sulawesi Utara
1965   : Menumpas G30S/PKI
1976   : Diabadikan di museum Satria Mandala





[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

 

Design modified by mugimunteng | Basic Design by Dzignine in Collaboration with Trucks, SUV, Kidney Stones