otakatikawas!

otakatikawas!
Showing posts with label Rizkiawan Fauzan. Show all posts
Showing posts with label Rizkiawan Fauzan. Show all posts

TUGAS 4 SEJARAH: Saya dan Negara Irak (Al Jumhuriyah al Iraqiyah)

|


Oleh: Rizkiawan Fauzan
Kelas: XI-IPA1

Republik Irak
Republik Irak adalah sebuah negara di Timur Tengah atau Asia Barat Daya, yang meliputi sebagian terbesar daerah Mesopotamia serta ujung barat laut dari Pegunungan Zagros dan bagian timur dari Gurun Suriah. Negara ini berbatasan dengan Kuwait dan Arab Saudi di selatan, Yordania di barat, Suriah di barat laut, Turki di utara, dan Iran di timur. Irak mempunyai bagian yang sangat sempit dari garis pantai di Umm Qashr di Teluk Persia. Irak mempunyai sejarah yang kaya. Kini Irak termasuk negara berkembang di tengah-tengah perang saudara. Ada beberapa pendapat tentang asal-usul nama Irak; - satu di antaranya berasal dari kota Uruk (atau Erech) dari masa Kerajaan Sumer. Pendapat lainnya mengatakan bahwa Irak berasal dari bahasa Aram, yang berarti "tanah sepanjang tepian sungai." Pendapat lainnya mengatakan bahwa Irak adalah sebuah rujukan kepada akar pohon palma, karena jumlahnya banyak sekali di negara itu. Di bawah Dinasti Sassanid Persia, ada wilayah yang dinamai "Erak Arabi" yang merujuk ke bagian dari wilayah barat daya Kekaisaran Persia, yang kini merupakan bagian dari Irak selatan. Al-Iraq adalah nama yang digunakan oleh orang-orang Arab sendiri untuk daerah ini sejak abad ke-6.

Bendera Negara Irak

 
Lambang Negara Irak




Irak sebelum Islam
Irak terkenal sebagai tempat lahirnya peradaban. Lebih dari sepuluh ribu situs arkeologi bernilai tinggi terdapat di sini. Sejarah Irak dimulai pada zaman paleolitik yang hidup di dataran Mesopotamia, sekitar seribu abad yang lalu. Dataran subur ini diapit sungai Tigris dan sungai Eufrat, atau lebih dikenal dengan sebutan “Bulan sabit yang subur”.

Pada tahun 4800 SM ditemukan tanda-tanda kebaradaan bangsa Sumeria di kawasan al-Ubaid. Dan pada tahun 2371 SM kelompok Akkodians mendirikan kerajaan yang dapat mempersatukan bangsa Sumeria.
Tahun 1894 SM kelompok Amorites mendirikan dinasti Babylonia. Salah satu yang menjadi penguasanya adalah Hammurabi (1792-1750 SM). Dialah yang pertama kali membuat aturan hukum negara di dunia. Setelah berjalan bertahun-tahun terjadi konflik antar saudara yang berakhir dengan hancurnya dinasti Babylonia. Kemudian muncul Babylonia baru. Diantara rajanya yang terkenal adalah Nebuchardnezzar II yang membangun “Taman Gantung” yang bertingkat-tingkat dengan ketinggian tiap lapisan kurang lebih 350 kaki.

Letak Negara Irak

Peta Negara Irak

Peninggalan Sejarah Irak
 
Irak setelah Islam masuk
Agama Islam dan bangsa Arab masuk ke wilayah Irak pada masa Khilafah Umar bin Khottob tahun 637 M. Merekalah yang menyebut wilayah ini Irak. Kholifah kemudian mendirikan dua kota penting, yaitu Kuffah dan Bashroh.
Tahun 750 M dinasti Abbasiyah menguasai Irak. Putranya, al-Mansur menemukan sebuah kota kecil yang dinamakan Baghdad yang ia juluki “Madinatus Salam (Kota Perdamaian). Baghdad didirikan pada tahun 762, menjadi ibu kota kekhalifahan Abbasiah oleh Abu Jafar al-Mansur, yang dikenal sebagai orator dan administrator ulung serta pakar bahasa. Sejak saat itu, kota yang terletak di tepi barat Sungai Tigris tersebut seakan mewarisi kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Mesopotamia. Sejarah menceritakan, Baghdad menjadi pusat perdagangan, budaya, dan kota pelajar yang penting. Bahkan, Baghdad juga pernah dianggap sebagai pusat intelektual dunia, pusat kekuatan dunia. Di kota itulah dahulu kebudayaan Arab dan Persia bercampur dan menghasilkan ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan karya-karya sastra yang adiluhung. Apa yang sudah diletakkan Al-Mansur terus dikembangkan oleh para penerusnya. Di tangan Harun ar-Rashid (786-806), cucu Al-Mansur, Baghdad kian bersinar dan menjadi kota terbesar kedua di dunia setelah Konstantinopel. Adalah Harun ar-Rashid pula yang memerintahkan pembangunan kanal-kanal kota, tanggul, dan tempat-tempat penampungan air. Ia juga memerintahkan agar rawa-rawa sekitar Baghdad dikeringkan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.
Di zaman Harun ar-Rashid—yang dikenal sebagai “Khalifah yang tidak pernah tidur” karena selalu keliling negerinya di malam hari untuk bertemu dan mendengarkan apa keinginan rakyatnya, kaum intelektual mendapat tempat terhormat. Seni sastra juga berkembang pesat. Di kala itu lahirlah cerita Seribu Satu Malam dan muncul tokoh cerita Aladdin, Ali Baba, dan Sinbad “Si Pelaut”.
Kebudayaan Arab berkembang demikian pesat di zaman Al-Ma’mun (813-833), putra Harun ar-Rashid. Di zaman khalifah inilah dilakukan penerjemahan karya-karya para penulis Yunani. Al-Ma’mun juga mendirikan Darul Hikmah yang mengambil alih peran Universitas Jundaisapur Persia. Segera setelah akademi itu didirikan, Baghdad menjadi pusat ilmu pengetahuan. Perpustakaan di akademi tersebut diperkaya dengan buku-buku terjemahan dari pelbagai bahasa. Para sarjana dari berbagai bangsa dan agama diundang untuk bekerja di akademi tersebut.
Direktur pertama akademi itu adalah Hunain ibn Ishaq yang menerjemahkan karya-karya filsafat dan kedokteran Yunani. Bahkan, mereka juga menerjemahkan Kitab Suci Perjanjian Lama dari bahasa Yunani ke bahasa Arab. Di zaman itu pula para sarjana di bawah pimpinan Hunain ibn Ishaq melahirkan karya besar, yakni di bidang matematika terutama kalkulus integral. Pakar matematika terkemuka kala itu adalah Abu Ja’far Muhammad ibn Musa al-Khawarizmi (680-750). Dialah yang menemukan persamaan aljabar dan angka nol. Al-Khawarizmi menulis 10 buku pelajaran matematika. Ia juga menulis buku pelajaran aritmatika yang memperkenalkan angka-angka Hindu ke dunia Arab. Buku-buku itu pula yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, dan kemudian berkembang di daratan Eropa.
Baghdad benar-benar tumbuh menjadi kota budaya, kota pelajar, dan kota damai. Berbagai ilmu pengetahuan maju pesat. Al-Makmun pernah mengirim rombongan penerjemah ke Konstantinopel, Roma dan sebagainya untuk menghimpun buku-buku sains dan filsafat yang belum ada dalam Islam untuk kemudian dibawa ke Baghdad. Rombongan ekspedisi ini terdiri atas Abu Yahya ibnu Bathriq (w. 815 M), Muhammad ibnu Salam (w. 839 M), Hajja ibnu Yusuf ibnu Mathar (w. 833 M), dan Hunain ibnu Ishaq (w. 874 M). Pada masa pemerintahan al-Mutawakkil (847-861 M), seorang ahli matematika dari Sabia, Tsabit Ibnu Qurrah (w. 901 M) dan murid-muridnya menerjemahkan karya-karya Yunani terutama bidang geometri, dan astronomi, termasuk juga karya-karya juga karya-karya Aristoteles, Plato, Apollonius, Galen, Archimedes, Hyppocrates, Ptolemus, Euclid, dan Pythagoras dalam bahasa Arab. Melalui kegiatan penerjemahan inilah terjadi gelombang helenisme I dalam Islam yang kemudian mendorong berkembangnya filsafat dalam Islam. Munculnya para filosof dalam Islam seperti al-Kindi (w. 870 M), al-Farabi (w. 950 M), Ibnu Sina (w. 1037 M) tidak dapat dilepaskan dari gerakan penerjemahan tersebut. Mereka tidak sekadar membaca dan menerjemahkan karya-karya dari Yunani, tapi juga memberi ulasan, komentar, elaborasi, dan seterusnya. Tentu saja mereka juga mendialogkan antara pemikiran filsafat Yunani dengan segi-segi ajaran Islam. Atas dasar itu, tidak mengherankan jika beberapa segi pemikiran filsafat dalam Islam sangat nampak dipengaruhi oleh filsafat Yunani.
Studi kedokteran juga maju dan kemudian mendorong didirikannya rumah sakit-rumah sakit di Baghdad. Sejarah mencatat, ketika itu penduduk Baghdad mencapai satu juta orang. Wilayah kekuasaan Bani Abbasiah pun membentang dari Cina bagian barat hingga Afrika bagian utara. Pada abad ke-13, di masa pemerintahan khalifah Abbasiah ke-37, Al-Mustansir Billah, didirikanlah universitas. Roda sejarah terus berputar dan kebesaran Bani Abbasiah pun mulai pudar, antara lain karena persoalan di dalam. Selain itu, juga banyak tokoh kondangnya meninggal. Salah satu tokoh terkemuka di akhir masa Abbasiah adalah Abu Hamid al-Ghazali, seorang profesor Al-Madrasa Al-Nizamiya, sekolah hukum agama terbesar pertama di Baghdad yang didirikan pada tahun 1067. Pusat kaum intelektual pun lantas pindah ke Cairo, Mesir, dan Cordoba serta Toledo, Spanyol. Dari wilayah Spanyol inilah karya-karya besar para ilmuwan dan pemikir Muslim masuk dan meresap ke Eropa.
Tahun demi tahun Irak dipimpin oleh satu Khalifah hingga datang bangsa Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan tahun 1258 M dan menaklukkan negeri ini. Kota dihancurkan. Menurut cerita, ratusan ribu orang dibantai pasukan Mongol dan sungai darah mengalir di jalan-jalan, sementara lembah-lembah penuh jenazah. Hulagu membangun piramida tengkorak para ilmuwan, pemimpin agama, dan penyair Baghdad. Kemudian dilanjutkan oleh Timur Leng yang menghancurkan Baghdad pada tahun 1401 M. Terjadilah perebutan kekuasaan yang menghantarkan Irak ke tangan kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah (1514-1918 M). Dan akibat dari perjanjian damai perang dunia I, Irak diperintah dan dijajah Inggris.

Irak dibawah kolonial Inggris
Tahun 1914 M Inggris mulai menjajah Irak. Kemudian diumumkanlah Irak menjadi negara kerajaan pada tahun 1921 M. Jelang sebelas tahun kemudian, yaitu tahun 1932 M, Irak merdeka walaupun masih dibawah kendali Inggris hingga tahun 1958 M. Pada tahun ini kerajaan Irak digulingkan dan berdirilah negara republik. Antara tahun 1958-1968 M banyak terjadi pemberontakan-pemberontakan yang mengakibatkan kekuasaan berada di tangan militer. Kemudian pada tahun 1968 terjadi revolusi besar yang sangat bersejarah di Irak yang membawa partai Ba’ats pada tampuk kekuasaan.

Irak pasca revolusi
Tertanggal 17 juli 1968 Irak memasuki babak baru dalam sistem kenegaraan. Pada tanggal ini terjadi revolusi di Irak yang menumbangkan rezim presiden Abdurrahman Arif dan diganti oleh Ahmad Hasan Bakar sebagai presiden dan Saddam Hussen sebagai wakilnya. Revolusi ini dilaksanakan oleh Ibrahim Abdurrahman Daud, pemimpin pasukan garda republik ketika itu dan Abdurrazak Naif, direktur intelejen Irak masa itu. Naif dijadikan Perdana Menteri dan Daud dijadikan Menteri Pertahanan. Akan tetapi keduanya adalah mata-mata yang bekerja untuk CIA, dinas intelejen AS. Daud mengatakan bahwa revolusi ini adalah atas perintah dari CIA yang bertujuan untuk manjaga keberlangsungan keamanan Israel di Timur Tengah. Setelah diketahui bahwa keduanya adalah mata-mata CIA, maka pada tanggal 30 juli 1968 atau tiga belas hari setelah revolusi tersebut, mereka diusir dari Irak.
Pada tahun 1970 keluar keputusan untuk menghukum mati Abdul Ghoni ar-Rowy, mantan wakil Perdana Menteri Irak pada masa Abdurrahman Arif dan salah seorang jendral yang ingin menumbangkan pemerintahan Bakar dan Saddam pada awal-awal pemerintahannya yang bekerja sama dengan pemerintahan Iran ketika itu. Maka keluarlah keputusan hukuman mati itu dimana Rowy sendiri berada di Iran ketika keputusan diambil.
Saddam Hussen menjadi orang nomor satu di Irak pada tahun 1979. Sejarah perpolitikannya selalu diwarnai dengan darah selama itu dianggap perlu dalam melanggengkan kekuasaannya. Diantara bukti nyatanya adalah perang yang terjadi antara Irak dan Iran selama kurun waktu delapan tahun (1980-1988). Dua tahun setelah itu Irak kemudian menjajah Kuwait (1990) yang berakibat terjadinya perang teluk antara Irak dan pasukan sekutu pimpinan AS.
Ini salah satu contoh nyata perpolitikan luar negeri Irak yang diwarnai dengan darah. Begitupun perpolitikan dalam negerinya yang baru terkuak pada akhir-akhir ini, dimana ditemukan kuburan-kuburan masal korban politik penentang Saddam. Keputusan hukuman mati terhadap Rowy dapat pula di jadikan sampel.
Akan tetapi tidak semua kelakuan Saddam bernilai negatif. Banyak kemajuan-kemajuan yang didapat pada pemerintahan Saddam, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, pertanian, transportasi, dan demokrasi.

Irak pasca perang teluk
Secara langsung perang teluk berdampak pada penderitaan rakyat Irak yang tidak berdosa. AS, melalui tangan PBB mengembargo Irak secara menyeluruh selama kurang lebih enam tahun (1990-1996). Kemudian embargo ini diperingan dengan disetujuinya program “Minyak untuk pangan”, dimana Irak boleh menjual hasil minyaknya sejumlah enam milyar dollar selama enam bulan dan dibelikan bahan makanan. Program ini pun belum dapat mengangkat beban rakyat Irak yang sangat menderita sehingga beberapa negara di dunia mengusulkan untuk mencabut embargo PBB atas Irak. Akan tetapi, AS yang tidak ingin Irak keluar dari hegemoninya selalu membuat alasan yang mengada-ada demi keberlangsungan embargo tersebut.
Diantara alasannya adalah kepemilikan Irak akan senjata pemusnah masal, dimana sampai saat ini belum terbukti bahwa Irak mempunyai senjata tersebut. Malahan AS dengan beraninya mengeluarkan surat keterangan palsu yang mengabarkan bahwa disana terdapat perjanjian antara Irak dan Nigeria tentang pembelian uranium, bahan pembuat nuklir.
Dampak korban perang teluk ini begitu menyedihkan. Jutaan bocah tewas karena epidensi kangker darah serta beragam penyakit lain yang belum dikenal. Setelah diteliti bahwa semuanya ini berujung pada penggunaan depleted uranium sebagai sumber radiasi. Rupanya serangan-serangan pasukan sekutu mengandung unsur-unsur bom nuklir. Hal ini diakui menhan Inggris dan dari dokumen dephan AS.(untuk lebih lengkapnya tentang korban perang teluk baca Izzah edisi 14, Maret 2003).

Kekerasan di Negara Irak oleh Amerika Serikat
 
Irak pasca Saddam tumbang
Akhirnya tamat riwayat perpolitikan Saddam di Irak. Tepat hari Rabu, 9 April 2003 Baghdad resmi jatuh ke tangan Hulagu “Bush” Khan abad 21. Banyak kesamaan antara dua manusia ini. Dilihat dari tarikhnya, jatuhnya Baghdad pada tahun 656 H terjadi pada bulan Muharram. Begitu pun pada bulan Maret-April lalu, peran Amerika-Irak bermula sejak bulan Muharram juga. Dilihat dari cara penghancurannya tidak jauh berbeda antara keduanya. Begitu pun tentang kejatuhan keduanya, yang dimulai dari pengkhianatan anak buahnya.
Akan tetapi meskipun Irak telah jatuh, masih ada harapan-harapan yang tersirat dari perlawanan-perlawanan rakyat Irak. Jatuh korban dari pihak AS begitu membuat Bush kalang kabut. Dan ini akan menjadikan citra perpolitikan Bush di mata parlemen AS semakin jelek
               http://id.wikipedia.org/wiki/Irak

[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

TUGAS 3 SEJARAH: Saya dan Museum Fatahillah

|


Oleh: Rizkiawan Fauzan
Kelas: XI-IPA 1

Perjalanan menuju museum fatahillah
Pada hari Rabu 4 Mei 2011, saya bersama teman-teman pergi ke kota tua yang berada di Jakarta pusat. Tujuan kami pergi ke kota tua adalah untuk memenuhi tugas sejarah yang ke-3 yaitu tentang museum dan juga koleksi artefak yang dimilikinya. Kami memilih kota tua sebagai tempat untuk memenuhi tugas ini karena disana terdapat banyak museum antara lain adalah museum wayang, dan museum fatahillah. Perjalanan kami dimulai dari Labschool Kebayoran, mengingat waktu itu tidak ada kendaraan untuk mengantar kami ke kota tua, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju terminal bis blok m sehingga kami dapat naik busway dari terminal bis tersebut menuju kota tua. Pada saat itu kami belum memutuskan museum mana yang akan kami pilih. Perjalanan dari blok m menuju kota tua tidak lancar seperti yang kami bayangkan, kami terkena macet di sekitar daerah sudirman sehingga perjalanan kami menuju kota tua memakan waktu hingga satu setengah jam. Sesampainya disana kami pertama-tama mencoba untuk mengunjungi museum wayang. Tetapi setelah melihat koleksi-koleksi yang terdapat pada museum tersebut, kami merasa kurang tertarik pada koleksi tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi museum fatahillah.

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah. Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya Barok klasik dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin. Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.
Perbendaharaan koleksi museum fatahillah mencapai jumlah 23.500 buah berasal dari warisan Museum Jakarta Lama (Oud Batavia Museum), hasil upaya pengadaan Pemerintah DKI Jakarta dan sumbangan perorangan maupun institusi. Terdiri atas ragam bahan material baik yang sejenis maupun campuran, meliputi logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, porselen, kain, kulit, kertas dan tulang. Di antara koleksi yang patut diketahui masyarakat adalam Meriam si Jagur, sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, lukisan Gubernur Jendral VOC Hindia Belanda tahun 1602-1942, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan senjata.
Koleksi yang dipamerkan berjumlah lebih dari 500 buah, yang lainnya disimpan di storage (ruang penyimpanan). Umur koleksi ada yang mencapai lebih 1.500 tahun khususnya koleksi peralatan hidup masyarakat prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Koleksi warisan Museum Jakarta Lama berasal dari abad ke-18 dan 19 seperti kursi, meja, lemari arsip, tempat tidur dan senjata. Secara berkala dilakukan rotasi sehingga semua koleksi dapat dinikmati pengunjung.
Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.
Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.
 Di museum Fatahillah kami menemukan banyak artefak-artefak peninggalan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk menuntaskan tugas sejarah ke-3 kami, diantara banyak artefak yang ada, saya memilih artefak berikut:

Prasasti Ciaruteun
Prasasti Ciaruteun ditemukan di pinggir sungai Ciaruteun, kecamatan Cibungbulang, dekat muaranya di sungai cisadane, Kabupaten Bogor tepatnya pada koordinat 0°7’2,76” BB (dari Jakarta) dan 6°38’09”. Tempat ditemukannya prasasti ini merupakan bukit (bahasa Sunda: pasir) yang diapit oleh tiga sungai: Cisadane, Cianten dan Ciaruteun. Sampai abad ke-19, tempat ini masih dilaporkan sebagai Pasir Muara, yang termasuk dalam tanah swasta CiampĂ©a (sekarang termasuk wilayah Kecamatan Cibungbulang).
Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Weten-schappen (sekarang Museum Nasional) pada tahun 1863. Akibat banjir besar pada tahun 1893 batu prasasti ini terhanyutkan beberapa meter ke hilir dan bagian batu yang bertulisan menjadi terbalik posisinya ke bawah. Kemudian pada tahun 1903 prasasti ini dipindahkan ke tempat semula. Pada tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat dan memindahkan prasasti batu ini agar tidak terulang terseret banjir. Prasasti Ciaruteun dibuat dari batu alam yaitu batu andesit.
Prasasti Ciaruteun bergoreskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sansekerta dengan metrum Anustubh yang teridiri dari empat baris yang masing-masing terdiri dari delapan suku kata dan pada bagian bawah tulisan terdapat pahatan gambar umbi dan sulur-suluran (pilin). Prasasti ciaruteun merupakan bukti arkeologis tentang keberadaan kerajaan tarumanagara di Jawa Barat
Tulisan yang terdapat pada Prasasti Ciaruteun adalah sebagai berikut:
vikkrantasyavanipateh
crimatah purnnavarmmanah
tarumanagarendrasya
vishnoriva padadvayam
Terjemahan dari tulisan yang terdapat pada prasasti tersebut menurut Prof. Vogel adalah sebagai berikut:
“Kedua jejak telapak kaki yang seperti jejak kaki wisnu ini kepunyaan penguasa dunia yang gagah berani yang termashur Purnawarman raja Tarumanagara”.
Dari keterangan Prasasti Ciaruteun tersebut, telah didapat sebuah keterangan yang menjelaskan tentang keberadaan Purnawarman sebagai seorang raja Tarumanagara, yang menganut agama Hindu aliran waisnawa. Akan tetapi keberadaan prasasti Ciaruten tersebut kita masih belum bisa menemukan keberadaan keraton Kerajaan Tarumanagara dibawah kepeminpinan Raja Purnawarman.
Selain tulisan, dalam prasasti Ciaruteun terdapat juga lukisan yang berbentuk ikal dan sepasang tanda mirip gambar laba-laba atau matahari. Lukisan telapak kaki dianggap sebagai lambang langkah raja Purnawarman ke surga yang dipersamakan dengan perjalanan matahari, dari mulai terbit, kemudian mencapai titik tertinggi, terbenam, sampai akhirnya terbit kembali.
Penafsiran lain tentang keberadaan gambar telapak kaki pada prasasti Ciarunteun dapat diartikan sebagai:
1. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan raja atas daerah tersebut (tempat ditemukannya prasasti tersebut).
2. Cap telapak kaki melambangkan kekuasaan dan eksistensi seseorang (biasanya penguasa) sekaligus penghormatan sebagai dewa. Hal ini berarti menegaskan kedudukan Purnawarman yang diibaratkan dewa Wisnu maka dianggap sebagai penguasa sekaligus pelindung rakyat

  
Kapal Portugis “Nau Redonda”
Setelah pertengahan abad 16, jenis-jenis kapal portugis “nau” dan “caravela” dengan kapasitas kecil tidak digunakan lagi terutama sejak perdagangan jarak jauh mengangkut rempah-rempah dari belahan timur dan dijual di Eropa Utara dimulai. Armada-armada kapal menuju timur dilakukan pada bulan Maret. Satu perjalanan pulang-pergi memakan waktu 18 bulan. Kapal “nau redonda” (nau bundar) yang melakukan pelayaran jarak jauh ini mempunyai palka besar berbentuk bundar, dek luar, dan kapasitas lebih dari 300 ton. Dua jenis layar digunakan untuk menangkap angin sebanyak-banyaknya, dengan demikian kapal dapat berlayar lebih cepat. Pembaruan teknis pada kapan ini adalah ditambahnya satu tiang di haluan (tiang depan) dengan layar depan dan layar depan bawah. Layar depan ini memperlihatkan tanda salib. Jenis kapal ini membawa pedagang Portugis ke (Sunda) Kalapa.



 
Penyekat Ruangan VOC
Penyekat ruangan ini diukir dengan indah dan pernah digunakan dalam ruang siding dewan Hindia di Benteng (Kasteel) Batavia. Pada bagian atas, dibawah mahkota terdapat enam lambang kota yang membentuk VOC (Verenigde Oostindische Compagne), pada bagian tengahnya terdapat lambang Kota Batavia (pedang dengan ujungnya menembus lingkaran daun salam)
Figur pada bagian tengah menggambarkan seorang pria muda memakai  baju zirah dengan kaki yang sedikit pendek. Dia membawa perisai dengan hiasan kepala medusa yang berambut ular setelah dikutuk oleh Pallas Athena, Dewi Kebijaksanaan dan Kesenian. Menurut mitos Yunani, Pallas Athena adalah putri Dewa Zeus, lahir dengan memakai baju zirah




[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

Tugas-2: Saya dan Tokoh Sejarah

|


Tugas-2: Saya dan Tokoh Sejarah, Koeshana Wangsamihardja
Oleh Rizkiawan Fauzan (XI-IPA-1)

Kesulitan mendapatkan tokoh dan penghimpunan informasi
Pada saat itu kami sekelas sedang belajar sejerah, ketika tiba-tiba kami disuruh mewawancarai seorang tokoh sejarah atau saksi sejarah. Saat itu saya tidak tahu sama sekali siapa yang harus saya wawancara, saya coba ingat-ingat lagi siapa yang sekiranya menjadi tokoh sejarah dalam skala nasional ataupun internasional namun usaha saya tidak membuahkan hasil.

Sepulang sekolah, saya memutuskan untuk mencari narasumber yang tidak harus sebagai tokoh sejarah melainkan sebagai saksi sejarah. Akhirnya saya mulai mencari-cari orang yang tepat untuk menjadi narasumber untuk wawancara sebagai bahan untuk menuntaskan tugas sejarah saya. Saya mulai menanyakan mulai dari tetangga-tetangga saya, Pak Ifdil dan Pak Syahrisal, namun hasilnya tetap nihil. Pencarian sayapun berlanjut. Saya lalu mulai menanyakan ke keluarga besar saya. Sebenarnya, saya mendapat informasi bahwa salah satu kerabat dari keluarga saya merupakan seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat semasa orde baru bahkan saya diberi nomor telpon beliau. Tetapi ketika saya coba telepon beliau nampaknya beliau sudah pindah sehingga saya kehilangan satu sumber tokoh sejarah sebagai narasumber wawancara.
 
Selang beberapa hari kemudian saya melanjutkan pencarian narasumber wawancara. Saya akhirnya mencoba menelpon nenek saya yang sedang berada di cimahi saat itu. Setelah kami berbincang selama beberapa saat dan saya telah menyampaikan maksud saya menelpon beliau, saya mendapatkan informasi bahwa buyut saya dulu merupakan seorang tokoh sejarah yang berperan sebagai kanselir Republik Indonesia untuk Sri Lanka. Mendengar berita yang baik ini saya memutuskan untuk mengunjungi nenek saya yang berada di Cimahi untuk mengadakan wawancara dengan beliau.

 Perjalanan saya ke cimahi pun dimulai pada siang hari tanggal 22 April 2011, saya memilih tanggal ini dikarenakan pada saat itu nenek saya sedang tidak kedatangan tamu sehingga saya dengan beliau dapat wawancara dengan leluasa. Sesampainya disana saya tidak langsung mewawancara beliau karena pada saat itu saya sampai di cimahi pada malam hari dan pada saat itu nenek saya sudah tidur, jadi saya memutuskan untuk menginap di rumah beliau selama sehari. Keesokan paginya saya tidak bisa langsung mewawancarai nenek saya karena beliau sudah pergi ke pasar ketika saya masih terlelap. Dengan berat hati sayapun akhirnya menunggu beliau selesai berbelanja. Akhirnya nenek saya pun pulang dari pasar setelah beberapa saat beliau istirahat selama beberapa saat saya memulai wawancara dengan beliau.



Biografi & Peranan tokoh
Buyut saya yang bernama lengkap Koeshana Wangsamihardja lahir di Cianjur yang merupakan suatu kota yang terletak di provinsi Jawa Barat pada tanggal 12 Juni tahun 1900-an. Kehidupan buyut saya semasa dia dia kecil dan remaja termasuk masa pada saat dia masih sekolah sudah tidak diketahui lagi oleh narasaumber yang saya wawancara yaitu nenek saya yang merupakan anak beliau, hal ini dikarenakan pada saat itu nenek saya sudah tidak mengingat hal tersebut. Koeshana Wangsamihardja memiliki 3 orang anak yaitu Tjijih Poerwasih yang merupakan nenek saya, Koesasih, dan Tjutju Soehana. Beliau meninggal pada 9 April 1978 di Jakarta
 
Semasa kehidupan beliau kota cianjur yang merupakan kota tempat beliau tinggal pada waktu itu diserbu oleh pasukan Belanda pada agresi militernya yang ke II. Hal ini memaksakan beliau untuk mengungsi ke gunung bersama dengan keluarganya sehingga meninggalkan rumahnya beserta seisinya. Setelah keadaan dianggapnya mulai membaik, beliau kembali ke rumahnya yang berada di kota Cianjur. Sesampainya di rumah, ternyata pasukan Belanda sudah mensterilkan daerah tersebut termasuk rumah beliau sehingga sempat terjadi silat lidah antara mereka berdua menggunakan bahasa Belanda. Melihat beliau bisa berbahasa Belanda, Sempat ada ajakan dari orang Indonesia keturunan ambon yang memihak Belanda agar buyut saya ikut membantu Belanda dengan imbalan diberi hidup nyaman, diberi makanan enak, tetapi beliau menolaknya mengingat bahwa orang-orang yang ikut dengan beliau mengungsi ke gunung kebanyakan adalah tentara, jadi apabila beliau menerima ajakan untuk membelot ke Belanda maka hal tersebut pastinya tidak akan menguntungkan sama sekali dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Ciamis. Beliau singgah di Ciamis hanya untuk beberapa saat saja untuk menghindari Agresi Militer Belanda II yang melanda tempat tinggalnya. Setelah dari Ciamis beliau memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan bekerja disana
Di Jakarta beliau pertama-pertama bekerja di Ce.ka.se yang terletak di jalan nusantara, dia bekerja disana sementara selama beberapa tahun agar mendapat penghasilan sehingga dapat membeli tempat tinggal dan dapat menafkahi keluarganya.

Beliau bekerja di Ce.ka.se tidak teralu lama hanya sekitar 2-3 tahun. Setelah bekerja disana, beliau mengajukan diri atau melamar untuk bekerja di Departemen Luar Negeri. Setelah melamar dan mengikuti beberapa tes seleksi untuk dapat diterima di Departemen Luar Negeri, akhirnya pada tahun 1948 beliau diterima dan menjadi pegawai disana.

Departemen Luar Negeri pada saat itu memang harus bekerja ekstra mengingat Indonesia pada saat itu sedang mencari cara agar merdeka secara de jure dan juga Indonesia harus mengadakan kerja sama dengan negara lain agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan nasionalnya terutama 3 bahan pokok yaitu sandang, papan, pangan mengingat ketiga kebutuhan tersebut sangat kritis ketersediaanya karena telah dirampas atau dihancurkan habis oleh penjajah sehingga meninggalkan bangsa Indonesia menjadi terbelakang dan miskin.
Departemen Luar Negeri juga sempat disibukan oleh kedekatanya presiden Soekarno dengan blok timur seperti Cina, Russia, Kuba, dll. Kedekatan Indonesia dengan blok timur ini ditandai dengan adanya pengiriman senjata dari rusia ke Indonesia, pengiriman-pengiriman kendaraan perang darat seperti SA-2, pengiriman beberapa jenis pesawat tempur seperti MIG-15, MIG-17F/PF, MIG-19S dan MIG-21F-13, bomber IL-28, helikopter MI-4, pesawat angkut AN-12. Indonesia juga menerima LA-11. Helikopter terbesar didunia saat itu MI-6 juga dimiliki Indonesia. Beberapa Tupolev TU-2 dari Cina juga datang yang dipersiapkan untuk menggantikkan armada B-25, tetapi tidak pernah mencapai status operasional. Bahkan pada tahun 1961, Indonesia menjadi negara kedua yang menerima dan mengoperasikan TU-16, bomber terbaru dari Soviet. Beberapa instruktur Soviet juga disiagakan untuk menghantam target favorit kala itu, yaitu kapal induk Belanda Karel Doorman. Hal-hal ini tentunya menuai protes dari kalangan blok barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dll. Mungkin kedekatan Indonesia dengan blok timur dan kejauhanya Indonesia dengan blok barat dikarenakan pada ketidak perkenankanya investor-investor barat untuk menanamkan modal usahanya di Indonesia. Jelas   memang   mereka   dahulu   telah   menjajah   Indonesia,   dan   beliau   agaknya   tidak   rela  mereka   akan   melakukan   penjajahan   dalam   bentuk   lain yaitu antara lain dalam bidang ekonomi. Ketidakpuasan blok barat terhadap Indonesia yang dipimpin Soekarno memuncak ketika Indonesia memutuskan untuk keluar dari PBB. Hal ini disebabkan karena malaysia diterima sbg anggota PBB, sedangkan saat itu indonesia sedang konfrontasi dengan malaysia. Pemerintah Soekarno menganggap PBB telah menjadi boneka Imperaliasme dan neo-kolonialisme Amerika dan sekutunya. Anggapan ini terjadi setelah Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Presiden Soekarno melihat PBB hanya menjadi boneka. Banyak negara anggota hanya diam dan pasrah. Bung Karno berkata, "PBB dalam susunannya yang sekarang tidak mungkin dipertahankan lagi. Dengan menguntungkan Taiwan dan merugikan RRC (waktu itu Cina diwakili oleh Taiwan), menguntungkan Israel dan merugikan negara-negara Arab, PBB nyata-nyata menguntungkan imperialisme dan merugikan kemerdekaan bangsa-bangsa,”. Keluarnya Indonesia dari PBB berdampak terkucilnya Indonesia dari bangsa-bangsa di dunia. Juga perkembangan negara Indonesia juga menjadi terhambat karena hal yang mengejutkan tersebut. Hal ini juga berdampak pada ketidakterikatanya Indonesia terhadap perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh bangsa-bangsa yang ikut dalam  Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mungkin dapat berdampak menguntungkan maupun merugikan bagi Indonesia. Hal yang dapat menguntungkanya adalah Indonesia menjadi tidak terikat terhadap perjanjian-perjanjian yang dapat merugikan bangsa seperti pengumpulan iuran keanggotaan dan lain-lain, sedangkan hal yang dapat merugikan Indonesia karena telah keluar dari Persatuan Bangsa-Bangsa adalah Indonesia jadi tidak mendapatkan bantuan-bantuan dari organisasi-organisasi PBB seperti UNICEF, UNESCO, dll.

Dalam rangka untuk menjalin hubungan dengan negara lain Indonesia harus mengirimkan perwakilan-perwakilanya ke negara lain yang diketuai oleh seorang Ambassador atau yang lebih dikenal dengan seorang Duta Besar. Hal ini dikarenakan agar Duta Besar tersebut dapat menjalankannya perananya sebagai perwakilan diplomatic yaitu: representative, negosiasi, observasi, proteksi, dan relasi.
Pada tahun 1955 Koeshana Wangsamihardja ditawarkan oleh Departemen Luar Negeri untuk bekerja sebagai kanselir Republik Indonesia untuk Sri Lanka.  Mendengar kesempatan yang sangat baik ini, buyut saya sangat tertarik untuk menerima pekerjaan tersebut. Oleh karena itu pada tanggal 18 Januari 1956 beliau berpergian ke Sri Lanka untuk bekerja sebagai kanselir disana. Kanselir adalah seseorang yang menjadi perwakilan suatu negara dalam bidang non-politik. Penempatan beliau di Sri Lanka bertempat di kota Kolombo.

Menurut saya peran beliau terhadap Indonesia adalah pekerjaan beliau sebagai pegawai Departemen Luar Negeri dan sebagai Kanselir Indonesia di Sri Lanka. Karena dengan demikian beliau turut ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional Indonesia yaitu dalam bidang hubungan diplomatik, karena seperti yang kita ketahui pada jaman tersebut Indonesia sedang dalam keadaan butuh dalam kerjasama antar negara untuk memenuhi kebutuhan nasionalnya.




[+/-]Baca Lebih Lanjut? Klik Judul Artikel

 

Design modified by mugimunteng | Basic Design by Dzignine in Collaboration with Trucks, SUV, Kidney Stones